Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Dampak Konsesi Hutan terhadap Kehidupan Perempuan

    Data Global Forest Watch (GFW) mencatat hilangnya Tutupan Pohon di Lahan Gambut di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak, Riau. Hal ini berpotensi terhadap terjadinya kebakaran hutan yang berangsur lama. Jumlah hutan yang terdegrasi proporsinya jauh lebih banyak dibandingkan hutan murni. Perempuan yang tergantung pada kondisi hutan akan mengalami dampak yang berkepanjangan di masa mendatang. Laju deforestasi yang semakin cepat per tahunnya di picu oleh banyaknya izin konsesi yang diberikan pada perusahaan-perusahaan perkebunan dan kehutanan, mengakibatkan akses masyarakat terhadap hutan dan sumber daya alam juga semakin terbatas.

Tingginya Angka Kematian Ibu dan pernikahan dini mendorong Women Research Institute (WRI) melakukan program advokasi mengenai hak pendidikan seks dan hak kesehatan reproduksi bagi remaja. Sejak Juni 2013, WRI menjalankan sebuah program yang terkait dengan kesehatan reproduksi (kespro) remaja di wilayah Jakarta, Bandung, dan Gunungkidul.


Program di Jakarta telah dijalankan sejak Maret 2014 dengan melakukan sosialisasi dan pembentukan tiga kelompok binaan remaja di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Di wilayah Klender, Jakarta Timur telah terbentuk kelompok binaan yaitu Organisasi Karang Taruna RT 6 bernama OKNAME. Dan di wilayah Jakarta Selatan terdapat dua kelompok binaan yaitu Gerak Cepat Selalu Ingin Tahu atau disingkat GESIT, yang berada di SMP 198 Duren Sawit dan kelompok binaan bernama Pusat Informasi dan Konseling Lenteng Agung atau PIK-LA yang berada di SMA 38 Lenteng Agung.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi ketiga program Kesehatan Reproduksi Remaja di Gunungkidul dilakukan pada Rabu, 7 Mei 2014 oleh Rahayuningtyas (Koordinator Program Kesehatan Reproduksi Remaja WRI) dan Benita Nastami (Peneliti WRI). Kegiatan Monev diawali dengan diskusi bersama Program Officer Gunungkidul Tri Asmiyanto untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kegiatan Kespro Remaja di Gunungkidul sejak kegiatan Monev terakhir 25 – 27 Maret 2014.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi program Kesehatan Reproduksi di Bandung pada Selasa-Rabu, 29-30 April 2014 dihadiri oleh Rahayuningtyas (Koordinator Program Kesehatan Reproduksi Remaja WRI) dan Benita Nastami (Peneliti WRI). Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk mengetahui perkembangan pelaksanakan program yang dilakukan WRI di Bandung serta mengetahui pencapaian serta kendala yang mungkin dihadapi. 

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi kedua di wilayah Gunungkidul dilakukan pada Selasa-Kamis, 25-27 Maret 2014 oleh Rahayuningtyas (Koordinator Program Advokasi Kebijakan dan Anggaran Kesehatan Reproduksi Remaja: Jakarta, Gunungkidul dan Bandung) dan Astari Wardiah (PO WRI untuk Program Jakarta).

 

Kegiatan ini guna mengetahui pencapaian serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program WRI di Gunungkidul. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi kedua ini juga dihadiri oleh PO Jakarta untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan program dampingan yang dilakukan di Gunungkidul yang sudah berjalan sejak 2010 yang dikoordinir oleh Tri Asmiyanto sebagai PO WRI di daerah tersebut.

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini