Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Keterwakilan Perempuan di Parlemen

    Hingga saat ini hanya ada sekitar 18 persen anggota parlemen perempuan di seluruh dunia. Padahal salah satu target penting Millenium Development Goals (MDGs) 2015 adalah keterwakilan kaum perempuan di parlemen. Target keterwakilan perempuan di parlemen menjadi amat penting ketika perempuan menjadi subjek yang memiliki otoritas dalam pembuatan kebijakan, selain untuk memenuhi target MDGs juga target pembangunan lainnya.

Pelatihan Kesetaraan Gender/Pemberdayaan Perempuan dan Dampak Korupsi bagi Perempuan atas bantuan dari USAID CEGAH di Medan (Juli 2017) telah memberikan pemahaman dan kesadaran partisipan mengenai konsep dan implementasi kesetaraan gender serta intervensi pemberdayaan perempuan, khususnya dalam upaya pencegahan korupsi. Diikuti oleh 7 unsur Lembaga satuan kerja perangkat daerah dan 4 lembaga swadaya masyarakat, pelatihan ini kaya akan informasi pengalaman pencegahan anti korupsi dari berbagai sektor, yaitu kesehatan, lingkungan, pemerintahan dan pemberdayaan perempuan.

 

Pemahaman terkait upaya anti korupsi ditindaklanjuti oleh partisipan dengan membuat jaringan kolaborasi dan kemitraan. Pembentukan jaringan alumni pelatihan diwujudkan dalam wadah platform whatsapp bernama Anak Medan Anti Korupsi (AMAK). Jaringan tersebut banyak mendiskusikan terkait praktik penyelenggaraan pemerintahan di berbagai sektor. Dari berbagai isu yang dibahas, isu kesehatan merupakan topik yang paling sering didiskusikan diantara Lembaga. Hal ini dikarenakan isu kesehatan beririsan juga dengan Lembaga lain di jaringan tersebut. Seperti halnya ketika membahas isu BPJS Kesehatan terkait efektivitas pelayanan kesehatan yang juga berhubungan dengan indikasi praktik korupsi, diskusi dipicu oleh Ibu Rita, Kepala PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) institusi rumah sakit umum HAM Medan dan ditanggapi secara aktif oleh Lembaga lain. Hingga akhirnya diskusi mendorong ide solutif dan inisiasi pelibatan setiap Lembaga untuk ikut serta dalam mengatasi persoalan peningkatan layanan kesehatan, terutama untuk meningkatkan kesehatan reproduksi. Inisiasi tersebut diaplikasikan pada rencana advokasi bersama untuk mencegah terjadinya korupsi dan meningkatkan efektivitas BPJS Kesehatan.

 

Tentunya, jaringan ini membantu institusi RSU HAM Medan untuk dapat meningkatkan layanan kesehatan atas bantuan kolaborasi antar Lembaga. Strategi kemitraan atas dasar memerangi korupsi menjadi landasan yang kuat bagi setiap Lembaga untuk dapat terlibat. Pada akhirnya, kolaborasi tersebut merupakan peluang dan modal yang kuat untuk peningkatan kesehatan masyarakat. 

Publikasi Terbaru

  • Laporan Penelitian:Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan

    Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini