Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Partisipasi Aktif Women Research Institute pada Global Forest Watch Summit 2019 di Washington, DC

    Global Forest Watch Summit 2019 merupakan acara pertemuan lembaga-lembaga praktisioner dan inovator di bidang monitoring hutan yang telah diselenggarakan pada 18-19 Juni 2019 di Marvin Center, George Washington University. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguatkan komunitas yang berdedikasi untuk mengimplementasikan pendekatan monitoring yang berbasis teknologi dalam melihat perkembangan pengelolaan hutan, konservasi dan restorasi.   Women Research Institute yang merupakan mitra dari World Resources Institute diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatatan GFW Summit dan mendapatkan berbagai pengalaman berupa berjejaring, dan membagikan serta bertukar pengalaman dan pengetahuan terkait alat monitoring hutan kepada lembaga mitra World Resources Institute lain.

Hutan, menjadi ekosistem yang berperan penting dalam menjaga stabilitas perputaran iklim sekaligus menaungi sebagian besar keanekaragaman hayati di dunia. Namun, saat ini keberlangsungan ekosistem hutan Indonesia kian terancam. Peristiwa kebakaran hutan seolah menjadi bencana iklim tahunan yang sudah dimaklumi oleh masyarakat,khususnya di daerah Sumatera, Kalimantan dan Papua yang merasakan dampak kabut asap hasil pembakaran hutan dan lahan. 

 

Tercatat, pada periode 2010 - 2014, rata-rata luasan lahan tutupan pohon yang hilang setiap tahunnya adalah sebesar 1,5 juta hektar. Kondisi ini tidak sebanding dengan laju reforestasi yang terjadi di Indonesia adalah 866,75 ribu hektar per tahun. Dengan tidak seimbangnya laju deforestrasi dan reforestasi tersebut, hutan Indonesia kian lama akan semakin gundul dan kondisi perubahan iklim di dunia pun akan semakin berdampak buruk.

 

WRI dalam hal ini melakukan penelitian di tahun 2016 untuk melihat bagaimana dampak kebakaran dan kabut asap terhadap perempuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa setidaknya terdapat lima dampak dari bencana tersebut yaitu berdampak pada lingkungan, kesehatan, pendidikan, anggaran dan ekonomi. Dari berbagai dampak, WRI menemukan kasus-kasus yang dituliskan secara khusus.

 

Selain berdampak pada lingkungan dan krisis ekologi, kebakaran hutan juga berdampak secara signifikan kepada perempuan. Hasil penelitian menujukkan perempuan menjadi korban dari kebakaran hutan. Perempuan dan peran sosialnya sebagai perawat keluarga membuat mereka sangat dekat dengan alam. Akses mereka terhadap sumber daya alam selalu mendahulukan nilai-nilai ramah lingkungan demi memastikan keberlangsungan alam sebagai tempat tinggal anak cucunya kelak. Ditemukan bahwa pembakaran hutan dan lahan merupakan suatu bentuk kejahatan terhadap alam dan patriarki menyebabkan kroban dari permasalahan ini sebagian besar adalah perempuan baik terkait kesehatan reproduksi perempuan, ketahapan pangan keluarga maupun kesejahteraan sosial. 

 

Simak informasi lengkap hasil penelitian pada dokumen berikut: Lembar Fakta_Seri Kabut Asap_Lingkungan

 

Publikasi Terbaru

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini