Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Keterwakilan Perempuan di Parlemen

    Hingga saat ini hanya ada sekitar 18 persen anggota parlemen perempuan di seluruh dunia. Padahal salah satu target penting Millenium Development Goals (MDGs) 2015 adalah keterwakilan kaum perempuan di parlemen. Target keterwakilan perempuan di parlemen menjadi amat penting ketika perempuan menjadi subjek yang memiliki otoritas dalam pembuatan kebijakan, selain untuk memenuhi target MDGs juga target pembangunan lainnya.

Hutan, menjadi ekosistem yang berperan penting dalam menjaga stabilitas perputaran iklim sekaligus menaungi sebagian besar keanekaragaman hayati di dunia. Namun, saat ini keberlangsungan ekosistem hutan Indonesia kian terancam. Peristiwa kebakaran hutan seolah menjadi bencana iklim tahunan yang sudah dimaklumi oleh masyarakat,khususnya di daerah Sumatera, Kalimantan dan Papua yang merasakan dampak kabut asap hasil pembakaran hutan dan lahan. 

 

Tercatat, pada periode 2010 - 2014, rata-rata luasan lahan tutupan pohon yang hilang setiap tahunnya adalah sebesar 1,5 juta hektar. Kondisi ini tidak sebanding dengan laju reforestasi yang terjadi di Indonesia adalah 866,75 ribu hektar per tahun. Dengan tidak seimbangnya laju deforestrasi dan reforestasi tersebut, hutan Indonesia kian lama akan semakin gundul dan kondisi perubahan iklim di dunia pun akan semakin berdampak buruk.

 

WRI dalam hal ini melakukan penelitian di tahun 2016 untuk melihat bagaimana dampak kebakaran dan kabut asap terhadap perempuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa setidaknya terdapat lima dampak dari bencana tersebut yaitu berdampak pada lingkungan, kesehatan, pendidikan, anggaran dan ekonomi. Dari berbagai dampak, WRI menemukan kasus-kasus yang dituliskan secara khusus.

 

Selain berdampak pada lingkungan dan krisis ekologi, kebakaran hutan juga berdampak secara signifikan kepada perempuan. Hasil penelitian menujukkan perempuan menjadi korban dari kebakaran hutan. Perempuan dan peran sosialnya sebagai perawat keluarga membuat mereka sangat dekat dengan alam. Akses mereka terhadap sumber daya alam selalu mendahulukan nilai-nilai ramah lingkungan demi memastikan keberlangsungan alam sebagai tempat tinggal anak cucunya kelak. Ditemukan bahwa pembakaran hutan dan lahan merupakan suatu bentuk kejahatan terhadap alam dan patriarki menyebabkan kroban dari permasalahan ini sebagian besar adalah perempuan baik terkait kesehatan reproduksi perempuan, ketahapan pangan keluarga maupun kesejahteraan sosial. 

 

Simak informasi lengkap hasil penelitian pada dokumen berikut: Lembar Fakta_Seri Kabut Asap_Lingkungan

 

Publikasi Terbaru

  • Laporan Penelitian:Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan

    Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini