Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Keterwakilan Perempuan di Parlemen

    Hingga saat ini hanya ada sekitar 18 persen anggota parlemen perempuan di seluruh dunia. Padahal salah satu target penting Millenium Development Goals (MDGs) 2015 adalah keterwakilan kaum perempuan di parlemen. Target keterwakilan perempuan di parlemen menjadi amat penting ketika perempuan menjadi subjek yang memiliki otoritas dalam pembuatan kebijakan, selain untuk memenuhi target MDGs juga target pembangunan lainnya.

Berangkat dari hasil penelitian WRI pada 2012 lalu yang berjudul "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan Kesejahteraan Perempuan: Studi Kasus di 5 Wilayah”. Ditemukan bahwa pengaruh dari budaya, sosial dan politik dalam masyarakat Indonesia telah menghalangi pemimpin perempuan dalam menggunakan kekuasaan mereka untuk mengatasi permasalahan isu-isu perempuan.

Kepemimpinan Perempuan sebagai Upaya Menghadapi Tantangan Sosial, Budaya dan Politik di Indonesia

 

Sebagai tindak lanjut penelitian Women Research Institute (WRI) pada 2012 berjudul "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan Kesejahteraan Perempuan: Studi Kasus di 5 Wilayah”, WRI mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi para pemimpin organisasi perempuan dan para kadernya untuk keberlanjutan organisasi perempuan dalam memperkuat posisi perempuan di masyarakat.

Sebagai lembaga penelitian yang memperjuangkan terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil gender, Women Research Institute (WRI) mengadakan pendalaman pemahaman metodologi feminis dan analisa gender di Jakarta pada 13-15 Maret 2013. Metodologi feminis menjadi begitu penting karena dapat membantu dan memberikan kerangka kerja bagi kita yang sedang bekerja dan menaruh perhatian pada persoalan perempuan. Metode ini mengingatkan kita perlu menghargai keanekaragaman pandangan dan pendapat dan tidak ada kebenaran mutlak terhadap segala sesuatu. Cara pandang ini mengkritisi metode yang selama ini digunakan, terutama penelitian sosial ataupun penulisan ilmiah yang percaya bahwa kuantitas dapat merujuk kepada adanya kebenaran sosial.

Women Research Institute (WRI) telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan training metodologi feminis mulai dari Training Metodologi Feminis Tingkat Dasar Angkatan Pertama pada tanggal 24-27 Mei 2011, dan Training Metodologi Feminis Tingkat Dasar Angkatan Kedua pada tanggal 13-16 Juni 2011.

 

Melalui kegiatan training metodologi feminis ini, WRI berupaya mendorong dan menguatkan kapasitas para peneliti sedemikian rupa sehingga kemampuan meneliti dengan pengetahuan dan keterampilan yang terus berkembang. Dengan demikian komunitas peneliti semakin menguat dan mampu mengembangkan pengetahuan di berbagai daerah.

Publikasi Terbaru

  • Laporan Penelitian:Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan

    Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini