Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Keterwakilan Perempuan di Parlemen

    Hingga saat ini hanya ada sekitar 18 persen anggota parlemen perempuan di seluruh dunia. Padahal salah satu target penting Millenium Development Goals (MDGs) 2015 adalah keterwakilan kaum perempuan di parlemen. Target keterwakilan perempuan di parlemen menjadi amat penting ketika perempuan menjadi subjek yang memiliki otoritas dalam pembuatan kebijakan, selain untuk memenuhi target MDGs juga target pembangunan lainnya.

Sejak 2001, Indonesia berupaya untuk menerapkan gender-budgeting atau anggaran berperspektif gender, di tingkat nasional dan daerah. LSM seperti CIBA, PATTIRO, BIGS dan WRI sudah berupaya mempengaruhi dan bekerja sama dengan pemerintah untuk melaksanakan agenda anggaran berperspektif gender. Meski demikian, hasilnya belum cukup baik. Anggaran berperspektif gender misalnya, belum cukup berhasil dalam mendorong program pengentasan kemiskinan untuk memberikan prioritas kepada kaum perempuan. Kenyataannya, pemerintah masih sering membiaskan prosesnya dengan membuat penafsiran bahwa anggaran yang peka gender adalah anggaran yang dialokasikan untuk kaum perempuan, dan hal ini membawa kepada pengalokasian anggaran untuk organisasi-organisasi kaum perempuan kelas menengah yang didukung Negara seperti PKK dan Dharma Wanita. Selain itu, advokasi anggaran yang peka gender belum bisa menghasilkan sebuah kebijakan yang dapat menjamin pelaksanaan anggaran berperspektif gender atau yang peka gender tersebut, baik pada tingkat nasional maupun di daerah.

 

Dengan alasan ini, WRI memandang penting untuk mempertimbangkan pengalaman-pengalaman berharga dalam penerapan anggaran peka gender di Negara lain seperti Meksiko. Di dalam konteks Meksiko, anggara berperspektif gender dilaksanakan melalui sinergi sejumlah aktor seperti pemerintah, terutama pemerintah pusat, aktivis perempuan, dan LSM. Sinergi ini telah melahirkan beberapa kesuksesan seperti pemberlakuan kebijakan di tingkat pusat dan di negara bagian yang tidak saja mendukung pelaksanaan anggara peka gender namun juga meningkatkan partisipasi politik kaum perempuan. Apa yang dilakukan oleh Fundar dan IPB dalam mendorong penerapan anggaran peka gender misalnya telah meningkatkan partisipasi politik kaum perempuan Meksiko di ruang publik, khususnya dalam mempengaruhi alokasi anggaran bagi kesehatan reproduktif perempuan.


Keberhasilan Meksiko dalam memajukan anggaran berperspektif gender ini, terutama dalam kaitannya dengan anggaran untuk kesehatan, menggugah minat WRI untuk mengamati lebih jauh penerapan aktual di Meksiko. Selain itu, WRI juga tertarik untuk mempelajari sejauh mana efektivitas pelaksanaan anggara peka gender dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan untuk dapat mempengaruhi alokasi anggaran bagi kesehatan reproduktif.

 

Tujuan Kunjungan:

  1. Mempelajari kebijakan, mekanisme, dan sistem pelaksanaan anggaran peka gender dalam hal kesehatan reprodukti perempuan di Meksiko;

  2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dan mendorong pelaksanaan anggaran peka gender dalam kesehatan reproduktif perempuan di Meksiko;

  3. Mengidentifikasi dampak-dampak penerapan anggaran peka gender di Meksiko termasuk dampaknya dalam pemberdayaan dan partisipasi kaum perempuan untuk mempengaruhi alokasi anggaran untuk kesehatan reproduktif perempuan.

 

Kunjungan WRI 5 hari dari tanggal 6 sampai 14 September 2008 ke Mexico City ini diorganisir oleh Fundar (Pusat Kajian dan Penelitian). Fundar terutama menganalisis proses penyusunan anggaran dan melakukan advokasi ke pihak legislatif dan eksekutif. Edriana Noerdin dan Sita Aripurnami dari WRI berdiskusi dengan Fundar dan mitra-mitra utama jaringannya dari pihak eksekutif dan legislatif dan LSM yang menjadi anggorta Women’s Health Coalition.

 

Pihak-pihak yang ditemui di Mexico City:

  1. LSM: Fundar (Jorge Romero Leon, Renata Terrazas Tapia, Daniela Diaz Echeverria, Alberto Serdan Rosales, Melissa Ortiz dan Andrea De La Barrera Montppellier), The Women’s Health Coalition (Elsa Antonia Perez Paredes from IPAS dan Axela Romero Cardenas from SIPAM), dan International Budget Partnership (Helena Hofbauer);

  2. Pihak eksekutif: Claudia Gabriela Rodriguez dan Celita T. Alamilla Padron dari the Instituto Nacional de las Mujeres; Dr Vidal Uerenas dan Dr.Anahely Medrano Buenrostro dari the State Secretariat of Finance, Mexico City Government;

  3. Pihak legislatif: Dr Maria de los Angeles Corte Rios dari CEAMEG – Centro de Estudios para el Adelanto de las Mujeres y la Equidad de Genero, Dr. Maricela Contreras Julian dari Gender Equity Commission.

 

Selama diskusi WRI dipandu dengan tiga pertanyaan:

  1. Apa tahap awal dari penerapan anggaran peka gender di Meksiko dan bagaimana LSM dan pemerintah mengembangkan kerjasama mereka untuk meningkatkan alokasi anggaran untuk kesehatan ibu?

  2. Apa saja hambatan yang dihadapi oleh para pelaku dalam mengembangkan kerja sama?

  3. Apa yang telah dicapai oleh kerja sama tersebut?

 

Rangkuman Diskusi

 

LSM

1. Fundar

 

Sebagai sebuah lembaga independen yang bekerja lintas disiplin Fundar bertujuan memperkuat transisi menuju demokrasi di Meksiko. Melalui bidang kerja utamanya, yang diterapkan melalui riset anggaran, Fundar juga memajukan partisipasi warga dalam menentukan prioritas bagi kaum miskin, perempuan dan anak-anak. WRI berkeinginan untuk belajar dari Fundar dan jaringannya bagaimana menaikkan anggaran untuk pengurangan kematian ibu melahirkan dan bagaimana mengembangkan keterlibatan multipihak di Mexico City untuk memperbaiki kesehatan ibu melahirkan.

 

Sejak 1997 Pemerintah Meksiko telah menerapkan sebuah sistem kesejahteraan sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan di Meksiko yang dikenal dengan Oportunidades.

 

Tujuan Utama dari Oportunidades adalah:

  1. Memperbaiki tingkat pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan dari penerima manfaat dari program ini;

  2. Meningkatkan kesetaraan dan memberikan kesempatan yang sama bagi para penerima manfaat program;

  3. Meningkatkan kemampuan tanggap dari pemerintah untuk memperbaiki tingkat kepercayaan di dalam lembaga-lembaga yang terlibat di dalam program;

  4. Melalui kegiatan lintas lembaga dan terkordinasi antara lembaga di bidang pendidikan, kesehatan, makanan dan pembangunan sosial, program ini mau membuat masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem untuk mampu meningkatkan kapasitas mereka.

 

Komponen kesehatan sebagai strategi khusus dari Oportunidades adalah:

  1. Secara sukarela menyediakan Paket Kesehatan Dasar Berjaminan atau (Paquete Básico Garantizado de Salud);

  2. Menyediakan nutrisi terbaik;

  3. Memajukan pelayanan kesehatan keluarga melalui komunikasi edukatif;

  4. Meningkatkan penyediaan pelayanan kesehatan di satuan-satuan kesehatan tingkat pertama di mana Oportunidades berlangsung.

 

Beberapa persoalan mendesak dari Oportunidades:

  1. Fundar melakukan riset yang menunjukkan bahwa tingkat kematian ibu melahirkan di Meksiko terkonsentrasi terutama di kawasan pinggiran dan di tengah penduduk yang tidak memiliki akses kepada jaminan sosial. Ini terkait langsung dengan kondisi hidup yang miskin yang secara sosial, ekonomi, dan politik didiskriminasikan oleh masyarakat pada umumnya.

  2. Oleh karena itu upaya pemerintah yang mencoba untuk mengurangi kematian ibu melahirkan melalui Paket Kesehatan Dasar Berjaminan di dalam program Oportunidades sama sekali tidak berdaya guna dan mengalami kegagalan total karena kelompok masyarakat yang terpinggirkan, khususnya kaum perempuan penduduk asli, ketiadaan akses ke informasi tentang program ini.

  3. Program Oportunidades juga menghadapi persoalan transparansi dan akuntabilitas karena masyarakat tidak memiliki akses untuk memantau penyimpangan di dalam program.

 

Tahap Awal

Berdasarkan Asumsi bahwa:

  1. Kaum perempuan penduduk asli yang terpinggirkan tidak didukung dalam jaminan sosial seharusnya memperoleh akses yang mudah ke program kesehatan pemerintah.

  2. Pemerintah seyogyanya memberikan pelayanan kesehatan kepada keluarga-keluarga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem;

  3. Pemerintah harus menerapkan transparansi anggaran yang akam memberi kesempatan bagi penerima manfaat untuk membantu program mencapai sasaran dan mengurangi penyimpangan dalam penggunaan sumberdaya;

  4. Pemerintah harus mempunyai sebuah mekanisme akuntabilitas yang membuat warga dapat melakukan kontrol terhadap program publik seperti program kesehatan ibu melahirkan.

 

Proyek Fundar untuk meningkatkan kesehatan ibu melahirkan diawali dengan sebuah proyek penelitan 6 tahun lampau. Proyek ini didanai MacArthur Foundation, sebuah lembaga donor yang memberi perhatian pada isu kematian ibu melahirkan. Proyek tersebut mempunyai tiga komponen kegiatan, yaitu (1) analisis budget dalam tingkat kematian ibu melahirkan, (2) penelitian lapangan di tiga negara bagian yang miskin (Chiapas, Oaxaca dan Guerraro) yang mempunyai angka kematian ibu melahirkan tertinggi dimana berdiam penduduk asli; (3) pengembangan jaringan untuk mendorong LSM daerah untuk melakukan pekerjaan serupa di daerah mereka masing-masing.

 

Hambatan

Selama periode 1997–2002 tidak ada program maupun alokasi budget khusus untuk pengurangan angka kematian ibu melahirkan. Untuk menghubungkan kebijakan publik mengenai angka kematian ibu dan alokasi budget, pertama-tama Fundar harus melaksanakan sebuah penelitian terapan tentang kesehatan ibu untuk melihat pelaksanaan pelayanan kesehatan oleh pemerintah mulai dari saat kehamilan sampai perawatan pasca bersalin.

 

Capaian Umum

  • Fundar telah menjadi sebuah lembaga yang makin dipercaya yang berhasil membuat analisis budgetnya menjadi kebutuhan bersama dari pihak eksekutif dan legislatif di Mexico City;

  • Fundar berhasil meningkatkan kemauan politik pemerintah Mexico City untuk memperbaiki alokasi budget bagi kesehatan ibu.

 

Capaian Khusus

  • Fundar membuat perkiraan anggaran untuk bantuan darurat untuk mencegah kematian sewaktu melahirkan. Upaya percobaan ini sangat penting sebagai advokasi awal untuk meningkatkan anggaran kesehatan ibu dalam rangka menurunkan angka kematian ibu melahirkan;

  • Fundar mengembangkan jaringan bersama Women Health Coalition untuk mendorong pihak legislatif meningkatkan alokasi anggaran bagi kesehatan ibu. Pada 2003, Fundar telah berhasil meyakinkan pihak legislatif untuk mengalokasikan anggaran khusus bagi kesehatan ibu dalam rangka menurunkan angka kematian ibu;

  • Fundar membantu pihak eksekutif, yaitu Mentri Keuangan, pemerintahan Mexico City, dan Instituto Nacional de las Mujeres, untuk menggambarkan jumlah anggaran yang harus dialokasikan bagi penurunan kematian ibu dan peraturan-peraturan pendukungnya dan juga alokasi budget untuk program pengarusutamaan program.

  • Fundar bekerja sama dengan Women Health Coalition dan pihak legislatif menghasilkan sebuah dokumen UU tentang Alokasi Anggaran yang menyatakan tentang pentingnya anggaran peka gender di dalam Sistem Keuangan Meksko. Dokumen ini melarang penggunaan anggaran untuk kesehatan reproduktif bagi maksud-maksud lain. Alokasi anggaran untuk kesehatan reproduktif hanya boleh digunakan untuk isu kesehatan reproduktif. Kerjasama pada tingkat sekarang ini adalah melakukan lobbi ke pihak legislatif untuk membuat dokumen pendukung ini menjadi sebuah UU Federal.

 

2. The Women’s Health Coalition

IPAS, SIPAM, dan Fundar adalah tiga anggota Women’s Health Coalition yang anggotanya 11 organisasi. Koalisi ini dibentuk pada Maret 2007 dengan tujuan untuk memperbaiki alokasi anggaran bagi kesehatan perempuan.

 

IPAS bekerja dalam isu aborsi aman dan SIPAM bekerja dalam isu aborsi aman, kontrasepsi, dan pemuda. Setiap anggota koalisi dapat menggunakan koalisi untuk mengedepankan isu masing-masing dengan dukungan penuh anggota koalisi. Anggota koalisi saling percaya dan menghormati keahlian masing-masing dan jaringannya.

 

Tahap Awal

Ada beberapa tahapan yang dilakukan koalisi pada masa awal kiprahnya, (1) mengidentifikasi anggota koalisi yang memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian dan advokasi, (2) mengidentifikasi anggota koalisi yang memiliki jaringan yang baik termasuk jaringan dengan anggota parlemen, dan (3) mengidentifikasi kawan, lawan dan jaingan-jaringan mereka. Setelah itu koalisi mengumpulkan data bersama untuk membuat lembar fakta yang kuat untuk didistribusikan ke anggota parlemen. Koalisi melakukan lobbi ke parlemen dengan tujuan untuk (1) menempatkan isu kesehatan perempuan di dalam anggaran program kesehatan nasional (2) meningkatkan anggaran kesehatan untuk perempuan. Setiap anggota koalisi menempatkan satu orang stafnya di dalam kantor parlemen untuk bekerja dari dekat dengan anggota parlemen dan sekaligus mengidentifikasi kawan dan lawan di kalangan anggota parlemen.

 

Hambatan

Koalisi bekerja dalam isu kesehatan reproduktif yang tidak hanya mencakup angka kematian ibu melainkan juga isu HIV/AIDS, aborsi dan kontrasepsi untuk keluarga berencana. Karena pemerintah menganut paham koservatif, tidak ada lingkungan yang mendukung di tingkat kebijakan terhadap upaya-upaya memajukan kesehatan reproduktif, khususnya kesehatan seksual. Oleh karena itu Koalisi harus melakukan lobbi melalui anggota parlemen untuk memperbaiki kebijakan.

 

Capaian

  1. Koalisi dan anggota parlemen sudah mengembangkan hubungan yang baik. Anggota parlemen memahami bahwa mereka harus menyelesaikan persoalan kesehatan reproduktif, termasuk kesehatan ibu, dan koalisi lalu menjadi kawan mereka yang dapat menyediakan, cara-cara alternatif untuk mengatasi persoalan. Koalisi bekerja sama dengan komisi kesetaraan gender, komisi anggaran, dan komisi kesehatan

  2. Koalisi menghasilkan tiga dokumen penting yang digunakan untuk melakukan lobbi ke anggota parlemen. Dokumen tersebut adalah (1) analisis persoalan kesehatan yang harus ditangani oleh anggota parlemen, dan (2) proposal alokasi anggaran yang dapat diusulkan oleh anggota parlemen. Koalisi juga mempromosikan sebuah model aborsi aman bagi perempuan. Ketiga dokumen ini didukung oleh data penelitian yang dihasilkan oleh anggota koalisi.

  3. Dalam kaitan dengan program aborsi aman Koalisi memainkan peran penting dalam proses mendorong penetapan undang-undang aborsi di Mexico City.

 

3. Helena Hofbauer (IBP)

Helena Hofbauer adalah Manajer untuk divisi Partnership Development dari IBP. Dia adalah mantan Direktur Funding dari Fundar dan dikenal luas karena karyanya dalam gender-budgeting. Ketika masih bekerja dengan Fundar, dia melakukan advokasi untuk meningkatkan alokasi anggaran bagi kesehatan ibu di Meksiko.

 

Tahap Awal

Karena anggaran peka gender adalah sebuah konsep besar, adalah lebih baik bila diawali dengan beberapa isu spesifik gender yang dihadapi oleh banyak perempuan, seperti isu kesehatan ibu. Untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak (Eksekutif, legislatif dan masyarakat sipil) dalam upaya mendorong anggaran bagi kesehatan ibu langkah pertama harus dimulai dengan (i) menetapkan tujuan; (ii) apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi persoalan dan apakah perlu meminta pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu; (iii) memetakan apa saja yang sudah dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan; (iv) membuat analisis tentang program apa saja yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan; (v) menetapkan sebuah rencana penelitian untuk mendapatkan informasi dan data untuk dianalisis; dan (vi) menyatukan analisis kebijakan dan analisis anggaran dalam satu paket.

 

Hambatan

Akibat kurangnya informasi, pengetahuan dan kesadaran pejabat pemerintah, mereka selalu meminta resep penyelesaian masalah. Pendekatannya berlawanan dengan kenyataan bahwa perspektif gender tidak menawarkan sebuah resep tunggal. Penyelesaian masalah tergantung pada konteks dari konstruksi ketimpangan gender yang terjadi karena konstruksi sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Jika kita memulai program dengan melakukan pengarusutamaan perspektif gender, pihak eksekutif akan menjadi defensif dan sebagian besar waktu hanya dihabiskan untuk saling mempersalahkan. Oleh karena itu kita tidak perlu memulai program dengan melakukan pengarusutamaan gender melainkan dengan analisis data yang menunjukkan betapa besar dampak dari persoalan alokasi anggaran terhadap kesehatan perempuan, termasuk tingkat kematian ibu.

 

Capaian

  1. Pihak eksekutif dan legislatif lebih terbuka terhadap masukan dari pihak masyarakat sipil dan mereka memandang LSM sebagai rekan kerja untuk memperbaiki kebijakan dan anggaran publik

  2. Dokumen-dokumen anggaran lebih mudah diakses oleh masyarakat.

  3. Kerja-kerja dalam enam tahun belakangan telah berhasil mempengaruhi pemerintah untuk meningkatkan anggaran bagi kesehatan ibu di Meksiko.

  4. Ada ketersediaan data dan informasi mengenai kesehatan ibu di Meksiko.

 

Pihak Eksekutif

 

1. Instituto Nacional de la Mujeres

Instituto Nacional de la Mujeres adalah sebuah badan pemerintah yang bekerja memajukan kesetaraan gender. Salah satu tujuannya adalah memperbaiki kualitas kesehatan perempuan, khususnya kesehatan reproduktif.

 

Tahap Awal

Badan ini memulai kiprahnya dengan mengorganisir sebuah simposium tentang perspektif gender bekerja sama dengan Pemerintah Kota, Kementerian Keuangan Mexico City. Tujuannya adalah membantu pihak eksekutif untuk memahami perspektif gender dan bagaimana mengarusutamakannya ke dalam program-program pemerintah. Pada waktu sebelumnya, alokasi anggaran berperspektif gender tidaklah dikenal di dalam sistem anggaran Meksiko. Institut ini belajar bagaimana melembagakan perspektif gender ke dalam program pemerintah dari Fundar. Pada 2001 badan ini mulai kerjasamanya dengan Kementerian Keuangan dan LSM termasuk Fundar untuk membuat alokasi budget untuk sebuah paket utuk kesehatan reproduktif perempuan dimana termasuk pelayanan untuk mengurangi angka kematian ibu, kanker leher rahim, dan kesehatan perempuan usia muda dan perempuan penduduk asli (indigenous women).

 

Hambatan

Berdasarkan pengalaman masa lalu (1988–1994), dana pemerintahan Meksiko seringkali dialihkan untuk kepentingan pemilihan umum. Dalam rangka mengamankan anggaran untuk kesehatan reproduktif, Institut bekerjasama dengan LSM dan Kementerian Keuangan melakukan lobbi ke pemerintah untuk merumuskan peraturan yang mencegah pengalihan dana anggaran kesehatan reproduktif untuk program lain. Sampai sekarang pelaksanaan peraturan ini masih problematis. Masih membutuhkan upaya dari pihak eksekutif, legislatif dan LSM untuk secara ketat menerapkan peraturan ini.

 

Capaian

  1. Institut berhasil memperkuat keahlian dalam lobbi ke pemerintah

  2. Institut telah diundang untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan, khususnya untuk memberikan masukan mengenai cara mengarusutamakan perspektif gender dalam program pemerintah.

  3. Alokasi anggaran untuk kesehatan reproduktif meningkat dari 300,000,000 pesos pada 2007 menjadi 750,000,000 pesos pada 2008.

 

2. Sekretariat Keuangan Negara di Mexico City

Lembaga pemerintah yang lain yang ditemui WRI adalah Sekretariat Keuangan Negara di Mexico City. Pertemuan ini memberi semangat karena Deputi Menteri dan Direktur Kesetaraan Gender dari Sekretariat telah menerapkan perspektif gender dalam sistem keuangan kota Mexico City, khususnya terkait dengan kesehatan reproduktif.

 

Tahap Awal

Sekretariat Keuangan Negara mulai menerapkan anggaran peka gender dengan membuat pernyataan publik bahwa pemerintah memiliki komitmen politik yang kuat untuk menerapkan gender-budget dalam sistem keuangan Mexico City. Pada 2007 Sekretariat ini menerapkan sistem kinerja anggaran yang kriteranya bersesuaian dengan tujuan dari perspektif gender. Sekretariat berencana untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kondisi ketidaksetaraan gender, khususnya dalam pelayanan kesehatan reproduktif, untuk memberi keyakinan kepada kementerian lain untuk juga menggunakan sistem gender-budget. 

 

Hambatan

Tantangannya adalah untuk mendapatkan pembuat keputusan yang punya komitmen untuk mengalokasikan anggaran untuk kesehatan reproduktif. Oleh karena budget adalah instrumen kebijakan publik, maka kerja gender-budget tidak hanya menyangkut peningkatan alokasi anggaran melainkan juga mendorong adanya kepastian bahwa dana memang digunakan untuk tujuan yang tepat yaitu memperbaiki tingkat kesehatan reproduktif kaum perempuan miskin.

 

Capaian

  1. Dibantu oleh LSM seperti Fundar, Sekretariat melakukan monitoring terhadap transparansi pembelanjaan anggaran dan apakah anggaran tersebut sudah menggunakan perspektif gender.

  2. Sekretariat juga menyediakan pelayanan kesehatan reproduktif bagi orang miskin, termasuk praktek aborsi aman di Mexico City sejak tahun lalu.

 

Pihak Legislatif

 

1. CEAMEG

CEAMEG atau Centro de Estudios para el Adelanto de las Mujeres y la Equidad de Genero adalah sebuah pusat penelitian yang menyediakan data bagi anggota parlemen untuk membuat peraturan perundangan. Lembaga ini menyediakan statistik dan analisis yang menggunakan perspektif gender. Seperti yang ditegaskan oleh direktur Dr Maria de los Angeles Corter Rios, pusat penelitian ini adalah sebuah ‘lembaga yang sunyi’. Lembaga bekerja terus menerus di belakang layar, mendorong anggota parlemen untuk menghasilkan peraturan yang memungkinkan pelaksanaan perspektif gender dan memantau pelaksanaan peraturan tersebut. Pusat penelitian ini juga melakukan advokasi untuk meningkatkan alokasi anggaran yang dapat digunakan untuk memperbaiki tingkat kehidupan masyarakat termasuk kaum perempuan.

 

Tahap Awal

Pada 2006 lembaga ini memulai kiprahnya dengan melakukan penilaian pendapat umum mengenai persoalan-persoalan yang terdapat di dalam pelaksanaan kebijakan dan pembelanjaan anggaran. Pusat penelitian ini lalu menyajikan data temuannya kepada parlemen sebagai masukan bagi perbaikan kebijakan.

 

Hambatan

Banyak anggota parlemen yang masih memeluk nilai-nilai konservatif dan mereka tidak memahami tentang perspektif gender. Oleh karena itu Pusat penelitian kemudian mengembangkan metode dan protokol pemantauan pelaksanaan kebijakan dan alokasi anggaran menggunakan perspektif gender. Sebagaimana dinyatakan oleh Dr Angeles, supaya dapat meyakinkan para anggota parlemen untuk menghasilkan peraturan yang memajukan keadilan sosial, Pusat penelitian harus terus bekerja keras menghasilkan laporan-laporan yang secara teknis haruslah sempurna.

 

Capaian

  1. Kerjasama yang baik dengan LSM seperti Fundar dan Women’s Health Coalition.

  2. Menghasilkan peraturan-peraturan tentang keadilan sosial, khususnya tentang pemantauan terhadap pembelanjaan anggaran kesehatan reproduktif perempuan.

 

2. Gender Equality Commission

The Gender Equity Commission memusatkan perhatian pada pengarusutamaan gender dalam kerja-kerja parlemen. Komisi ini mempunyai tugas memantau penerapan perspektif gender dalam peraturan-peraturan tentang keadilan sosial dan anggaran. Dr. Maricela Contreras Julian sebagai Direktur dari Gender Equity Commission, menyatakan bahwa Komisi ini telah ada sejak sepuluh tahun lalu dan bekerja untuk memelihara dan meningkatkan kapasitas anggota parlemen dalam mendorong pengarusutamaan gender.

 

Tahap Awal

Akibat adanya perubahan dalam administrasi, tahap awal yang dipilih Komisi adalah memberikan pelatihan tentang analisis gender dan gender-budget bagi para anggota baru parlemen. Setelah pelatihan, Komisi membuat pertemuan berkelanjutan dengan Komisi Anggaran parlemen, dengan Sekretariat Keuangan Negara, dengan anggota parlemen, dan dengan LSM seperti Fundar dan Women’s Health Coalition untuk memantau proses alokasi anggaran dan mendorong deputi-deputi Komisi untuk meloloskan anggaran untuk keadilan sosial yang memberi perhatian pada kesehatan reproduktif.

 

Hambatan

Pengetahuan para legislator tentang perspektif gender dan bagaimana membuatnya menjadi arus utama masih menjadi masalah. Sebagaimana dinyatakan oleh Dr Maricela kepentingan pejabat publik untuk mengarusutamakan gender ke dalam kebijakan dan alokasi anggaran masih sangat rendah. Sehingga perlu upaya-upaya terus menerus untuk mencoba meyakinkan anggota parlemen tentang pentingnya penerapan strategi pengarusutamaan gender.

 

Capaian

  1. Kerjasama antara Pusat penelitan dan LSM, yaitu Fundar dan Women Health Coalition, menghasilkan sebuah dokumen untuk mendukung UU tentang Alokasi Anggaran, yang menekankan pentingnya gender-budget di dalam sistem keuangan Meksiko. Dokumen pendukung ini melarang penggunaan anggaran kesehatan reproduktif untuk maskud-maksud lain. Alokasi anggaran untuk kesehatan reproduktif hanya boleh digunakan untuk isu kesehatan reproduktif saja. Pusat penelitian ini dan LSM sedang bekerjasama untuk melakukan lobbi ke parlemen untuk mendorong dokumen ini menjadi sebuah undang-undang Federal.

  2. Hubungan kerjasama yang erat antara Pusat penelitian dan LSM adalah contoh menarik tentang hubungan antara pihak eksekutif dan LSM. Hubungan ini menguntungkan kedua belah pihak. Di satu sisi LSM dapat dengan mudah mendapatkan dokumen anggaran dari parlemen melalui Pusat penelitian, dan di pihak lain LSM juga dapat mempunyai akses yang mudah untuk memberikan input bagi Pusat penelitian.

 

Rangkuman Pembelajaran

Hasil-hasil diskusi dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian.

 

1. Organisasi


Penting kiranya bagi LSM untuk menunjuk salah satu staf untuk bekerja di dalam kantor-kantor pemerintah (eksekutif dan legislatif) seperti Sekretarian Keuangan Negara di Mexico City, Gender Equality Commission dan Health Commission. Staf penghubung ini harus terus berada di kantor bersangkutan untuk merespon kebutuhan kantor-kantor lembaga publik terhadap informasi cepat tentang gender budget dan isu kesehatan, dan pada saat yang sama melakukan lobbi ke parlemen tentang isu-isu seperti kesehatan ibu.

 

2. Program


Tidaklah cukup hanya melakukan pelatihan gender-budget, pengarusutamaan gender, dan perencanaan anggaran untuk isu-isu kesehatan ke pihak eksekutif dan legislatif. Pelatihan harus dipadukan dengan presentasi bukti-bukti berdasarkan hasil riset tentang situasi kesehatan ibu. Misalnya, Fundar melakukan sebuah penelitain tentang kesehatan ibu di tiga distrik di Meksiko dan menggunakan hasil riset ini untuk meyakinkan pejabat publik tentang keadaan sangat buruk dalam kesehatan ibu di tiga daerah tersebut dan di Meksiko secara umum.

 

3. Jaringan


Jaringan juga merupakan sebuah prasyarat untuk mencapai keberhasilan dan keberlanjutan suplai data dan analisis isu kesehatan ibu dan anggaran untuk kesehatan ibu kepada pihak eksekutif dan legislatif. Setiap anggota Women Health Coalition berkontribusi untuk jaringan ini dengan menyediakan keahlian mereka yang sesuai dengan fokus perhatian dari organisasi, yaitu aborsi, HIV/AidS, kematian ibu, analisis anggaran dan lain-lain. Jaringan yang kuat berperan besar dalam keberhasilan advokasi untuk mencegah penyalahgunaan anggaran yang telah dialokasikan untuk kesehatan ibu ke pos-pos anggaran lain.

 

Catatan Penutup

Berdasarkan pembelajaran tersebut di atas, WRI mencoba menarik beberapa catatan simpulan mengenai program yang perlu dikembangkan di masa depan.

  1. WRI memandang bahwa pengarusutamaan gender dalam kebijakan dan anggaran (gender-budget) adalah sebuah tujuan yang sangat luas. Untuk membuatnya menjadi lebih efektif WRI akan memusatkan perhatian pada isu kesehatan ibu, dan meletakkan kerja dalam bidang pada landasan kondisi konkrit dari kesehatan ibu kalangan orang miskin dan kaum perempuan yang terpinggirkan.

  2. WRI akan melakukan lebih banyak penelitian lapangan tentang situasi konkrit dari kesehatan ibu di kalangan orang miskin dan perempuan yang terpinggir dan mengaitkan hasil penelitian tersebut dengan analisis kebijakan dan anggaran untuk kesehatan.

  3. WRI memandang bahwa jaringan yang kuat antara LSM, pihak legislatif dan eksekutif adalah sangat penting untuk melakukan advokasi tentang gender-budget di dalam sistem keuangan. Peraturan mengenai alokasi anggaran yang melarang penggunaan anggara kesehatan reproduktif untuk tujuan lain sangatlah mendesak untuk dihasilnya. Jaringan atau koalisi harus juga melakukan advokasi mengenai alokasi anggaran untuk kesehatan reproduktif yang hanya boleh digunakan untuk program dalam isu kesehatan reproduktif. Jaringan atau koalisi seperti ini perlu untuk berpartisipasi dalam kontrol terhadap alokasi anggaran dan pelaksanaan kebijakan anggaran untuk kesehatan ibu untuk menurunkan angka kematian ibu.

  4. WRI akan melakukan konferensi internasional mendiskusikan praktek-praktek terbaik di dalam pemajuan anggaran untuk kesehatan ibu untuk mengurangi angka kematian ibu.

  5. Dengan menyelenggarakan konferensi internasional WRI akan memperkuat jaringan internasionalnya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya menetapkan sebuah Komisi Nasional untuk Pengurangan Kematian Ibu. Jaringan internasional akan membantu komisi ini dalam mendorong pemerintah mencapai tujuan

  6. WRI dan Komisi akan mengembangkan sebuah mekanisme untuk menempatkan staf penghubung dari LSM di dalam lembaga-lembaga dan badan-badan pemerintah yang penting untuk menyediakan data dan analisis atas kesehatan ibu kepada pihak legislatif dan eksekutif dan melakukan lobbi kepada mereka untuk memperbaiki kebijakan dan alokasi anggaran untuk kesehatan ibu. ***

Publikasi Terbaru

  • Laporan Penelitian:Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan

    Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini