Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Adanya kerusakan lingkungan dan bencana membuat perempuan lebih rentan mengalami dampak buruk. Hal ini juga ditemukan oleh Women Research Institute pada kasus kebakaran hutan dan dampak kabut asap di Riau tahun 2016. Temuan penelitian menunjukkan bahwa setidaknya terdapat lima dampak dari bencana tersebut yaitu berdampak pada lingkungan, kesehatan, pendidikan, anggaran dan ekonomi. Tidak hanya itu, di tahun 2015, WRI juga meneliti bagaimana dampak konsesi hutan pada kehidupan dan penghidupan perempuan sekitar wilayah tersebut. 

Kedekatan perempuan dengan kebutuhan dan permasalahan lingkungan memiliki keterkaitan yang erat, salah satunya adalah penggunaan energi. Ketersediaan energi merupakan elemen penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia serta merupakan kebutuhan mutlak untuk menunjang pembangunan nasional yang berkelanjutan. Bagi perempuan ketersediaan energi sangat berpengaruh pada kesehatan reproduksi, proses produksi rumah tangga, rasa keamanan individu dan terkait pada tingkat kesejahteraan perempuan. Energi listrik bagi perempuan membantu mempermudah aktivitas rumah tanggamulai dari menghidupkan pompa air untukmempermudah ketersediaan air hingga membantu meringankan pekerjaan rumah tangga karena listrik merupakan sumber tenaga untuk menghidupkan elektronik yang membantu kegiatan memasak di dapur. [1]

Hingga saat ini hanya ada sekitar 18 persen anggota parlemen perempuan di seluruh dunia. Padahal salah satu target penting Millenium Development Goals (MDGs) 2015 adalah keterwakilan kaum perempuan di parlemen. Target keterwakilan perempuan di parlemen menjadi amat penting ketika perempuan menjadi subjek yang memiliki otoritas dalam pembuatan kebijakan, selain untuk memenuhi target MDGs juga target pembangunan lainnya.

Dalam isu gender dan kemiskinan, rumah tangga merupakan salah satu sumber diskriminasi dan subordinasi terhadap perempuan. Ketidaksetaraan di dalam alokasi sumberdaya dalam rumah tangga memperlihatkan laki-laki dan perempuan mengalami bentuk kemiskinan yang berbeda. Di ruang publik, kemiskinan perempuan selalu dikaitkan dengan tertutupnya ruang-ruang partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan yang sifatnya formal bagi perempuan. Bagi perempuan seringkali konsep ruang publik ini diartikan sebagai tempat kerja atau tempat berusaha daripada forum-forum di dalam komunitas. Keterlibatan dalam forum publik di dalam komunitas pun biasanya terbatas dan masih tidak terlepas dari peran domestiknya, seperti arisan, pengajian atau perkumpulan keagamaan, dan PKK.

Banyak warga masyarakat yang tidak menyadari bahwa pelayanan kesehatan, pendidikan dan akses terhadap kerja adalah hak dasar yang seyogyanya disediakan oleh negara. Berkaitan dengan hal ini, negara sebagai instrumen publik memiliki kewenangan dan kewajiban untuk memenuhi hak dasar tersebut. Negara berwenang memformulasikan anggaran bagi publik melalui program pemerintah maupun swasta.

Publikasi Terbaru

  • Laporan Penelitian:Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan

    Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini