Pembahas 4:
Ibu Setiawati Arifin
(Deputi II Bidang Kualitas Hidup Perempuan, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)
Pertama-tama saya akan memberikan penghargaan kepada WRI. Kemudian, terkait dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) sudah dijelaskan pada pembukaan Ibu Menteri KPP-PA. Sejauh ini Depkes sudah melakukan program making preganancy saver (MPS) dengan empat strateginya yakni meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan, kemitraan lintas sektor, pemberdaaan perempuan dan keluarga serta pemberdayaan masyarakat. Depkes dan KPP-PA juga selalu berupaya meningkatkan program desa siaga yakni desa yang penduduknya memiliki kesiapan dan kemauan untuk mencegah dan menangani masalah-masalah kesehatan gawat darurat secara mandiri untuk mewujudkan desa mandiri, meningkatkan P4K (Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) yang dicanangkan pada tahun 2008 sasarannya untuk sementara di daerah yang angka pertolongan persalinannya masih di bawah 70% diantaranya Papua, Gorontalo, Jawa Barat, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Riau, Maluku, Banten, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Ada tujuh hal yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah berdasar catatan diskusi ini untuk secara bersama-sama ditindaklanjuti oleh pemerintah dan teman-teman diantaranya mengenai keterbatasan fasilitas dan pelayanan kesehatan. Sebaran pelayanan kesehatan yang juga menjadi masalah, sarana dan pra-sarana kesehatan seperti Polindes tidak ada listrik dan air harus kita tindak lanjuti, sulitnya klaim jamkesmas, praktek puskesmas yang terbatas pada jam operasional, terkait dengan terbatasnya kebijakan mitra dukun dan bidan dan permasalahan alokasi anggaran untuk kesehatan.
