Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Berdasarkan pengalaman Women Research Institute (WRI) diketahui bahwa terdapat kebutuhan di kalangan peneliti muda untuk mendalami metode penelitian feminis secara utuh dan jitu agar dapat memahami persoalan dan menemukan aspek-aspek pemberdayaan menuju pencapaian kesejahteraan sosial yang adil gender.

 

Metodologi Feminis menjadi begitu penting karena dapat membantu dan memberikan kerangka kerja bagi kita yang sedang bekerja dan menaruh perhatian pada persoalan perempuan. Metode ini mengingatkan kita perlu menghargai keanekaragaman pandangan dan pendapat dan tidak ada kebenaran mutlak terhadap segala sesuatu. Cara pandang ini mengkritisi metode yang selama ini dianut dan digunakan, terutama penelitian-penelitian sosial ataupun penulisan-penulisan ilmiah, yang percaya bahwa kuantitas dapat merujuk kepada adanya kebenaran sosial. Lebih lanjutnya, metode ini mengajak kita untuk melihat, mendengar dan selalu bertanya serta melakukan interaksi baik dengan orang lain maupun diri sendiri untuk kemudian menghadirkan sebuah tatanan kehidupan yang lebih baik bagi perempuan dan masyarakat.

Berdasarkan pengalaman Women Research Institute (WRI) diketahui bahwa terdapat kebutuhan di kalangan peneliti muda untuk mendalami metode penelitian feminis secara utuh dan jitu agar dapat memahami persoalan dan menemukan aspek-aspek pemberdayaan menuju pencapaian kesejahteraan sosial yang adil gender.

 

Metodologi Feminis menjadi begitu penting karena dapat membantu dan memberikan kerangka kerja bagi kita yang sedang bekerja dan menaruh perhatian pada persoalan perempuan. Metode ini mengingatkan kita perlu menghargai keanekaragaman pandangan dan pendapat dan tidak ada kebenaran mutlak terhadap segala sesuatu. Cara pandang ini mengkritisi metode yang selama ini dianut dan digunakan, terutama penelitian-penelitian sosial ataupun penulisan-penulisan ilmiah, yang percaya bahwa kuantitas dapat merujuk kepada adanya kebenaran sosial.

Women Research Institute (WRI) telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan training metodologi feminis mulai dari Training Metodologi Feminis Tingkat Dasar Angkatan Pertama pada tanggal 24-27 Mei 2011, dan Training Metodologi Feminis Tingkat Dasar Angkatan Kedua pada tanggal 13-16 Juni 2011.

 

Melalui kegiatan training metodologi feminis ini, WRI berupaya mendorong dan menguatkan kapasitas para peneliti sedemikian rupa sehingga kemampuan meneliti dengan pengetahuan dan keterampilan yang terus berkembang. Dengan demikian komunitas peneliti semakin menguat dan mampu mengembangkan pengetahuan di berbagai daerah.

Sebagai lembaga penelitian yang memperjuangkan terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil gender, Women Research Institute (WRI) mengadakan pendalaman pemahaman metodologi feminis dan analisa gender di Jakarta pada 13-15 Maret 2013. Metodologi feminis menjadi begitu penting karena dapat membantu dan memberikan kerangka kerja bagi kita yang sedang bekerja dan menaruh perhatian pada persoalan perempuan. Metode ini mengingatkan kita perlu menghargai keanekaragaman pandangan dan pendapat dan tidak ada kebenaran mutlak terhadap segala sesuatu. Cara pandang ini mengkritisi metode yang selama ini digunakan, terutama penelitian sosial ataupun penulisan ilmiah yang percaya bahwa kuantitas dapat merujuk kepada adanya kebenaran sosial.

WRI mengadakan training multistakeholder untuk monitoring anggaran di tingkat daerah. Pelatihan ini diadakan di daerah-daerah penelitian WRI, yaitu di Kota Banda Aceh (10 Juni 2004), Kota Solok-Padang (14 Juni 2004), Kota Kupang (15 Juni 2004), Kabupaten Gianyar (17 Juni 2004), Kota Tasikmalaya (18 Juni 2004), Kota Mataram (19 Juni 2004), Kabupaten Kebumen (29 Juni 2004), Kota Manado (12 Juli 2004), dan Kota Pontianak (24 Juli 2004).

 

Kegiatan persiapan Multistakeholder Training Monitoring Anggaran, yang dilakukan Women Research Institute (WRI) di 9 daerah penelitian ini merupakan kegiatan sosialisasi pemahaman Gender dan Anggaran yang Berkeadilan Gender. Secara garis besar, proses kegiatan Persiapan Multistakeholder Training Anggaran Berkeadilan Gender di 9 daerah menggunakan proses diskusi dengan peserta terbatas, berjumlah kurang lebih 20 orang.

Publikasi Terbaru

  • Laporan Penelitian:Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan

    Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini