Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Women Research Institute (WRI) meluncurkan Jurnal Afirmasi edisi kedua hasil penelitian terbaru mengenai gerakan perempuan. Peluncuran jurnal yang dibarengi dengan diskusi dengan tema terkait ini diadakan pada 14 Mei 2013 di Jakarta. Jurnal ini  mengupas bentuk-bentuk kuasa perempuan baik yang muncul dalam gerakan sosial dan implikasi sosial, budaya, dan politik baik di tingkat individu, keluarga, kelompok masyarakat sipil, maupun masyarakat secara umum. Jurnal ini  mengupas bentuk-bentuk kuasa perempuan baik yang muncul dalam gerakan sosial dan implikasi sosial, budaya, dan politik baik di tingkat individu, keluarga, kelompok masyarakat sipil, maupun masyarakat secara umum. Studi ini juga membahas mengenai faktor-faktor seperti ekonomi dan politik global maupun lokal serta keterlibatan kekuatan ‘ekstra lokal’ dan ‘respon lokal’ serta pengaruhnya terhadap feminist leaderships pada beberapa organisasi perempuan di Jakarta, Lombok, Padang, Sumatera Utara dan Lampung. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendapat gambaran atas isu dan tantangan persoalan perempuan yang tengah atau akan dihadapi oleh organisasi perempuan.

Latar Belakang

 

Sistem kuota 30 persen perempuan pada hakikatnya memberi kesempatan khusus kepada perempuan untuk memasuki dunia politik, merujuk pada konsep ketimpangan sosial budaya antara perempuan dan laki-laki sebagai subyek politik, yang terbukti nyata oleh rendahnya representasi atau keterwakilan kepentingan dalam kehidupan politik.

 

Tingkat keterwakilan perempuan dalam lembaga politik formal baik di tingkat nasional maupun lokal masih terlalu rendah sehingga sulit bagi perempuan untuk bisa mempengaruhi kebijakan dan mengawal keefektifan implementasinya.

Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals) dirumuskan untuk mewujudkan delapan tujuan umum, salah satu diantaranya terkait dengan kesehatan ibu. Sehubungan dengan upaya pencapaian target MGDs di Indonesia, dalam hal kesehatan ibu, agaknya negara kita masih menghadapi kendala yang cukup berat dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) terlebih lagi data AKI di Indonesia masih menjadi perdebatan. Sebagai gambaran, pada tahun 2009 secara serentak Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Pasifik (UNESCAP), Program Pembangunan PBB (UNDP), UNFPA, dan WHO1 menyatakan bahwa telah terjadi kenaikan Angka Kematian Ibu melahirkan dari 307/100.000 menjadi 420/100.000. Sementara itu data nasional yang dikeluarkan oleh Bappenas 20092 menunjukkan bahwa AKI di Indonesia justru mengalami penurunan dari 307/100.000 pada tahun 2002-2003, dan menjadi 228/100.000 pada tahun 2009. Meskipun angka perhitungan nasional tersebut menunjukkan tren penurunan, Bappenas mengisyaratkan bahwa Indonesia akan sulit mencapai target MDG untuk menurunkan AKI sampai ke angka 102 pada tahun 2015. Bappenas memperkirakan bahwa pada tahun 2015, AKI di Indonesia masih akan berkisar di angka 163. Indonesia tertinggal jauh dari Malaysia dan Thailand yang angka AKI-nya masing-masing 30 dan 243.

Latar Belakang

 

Selama lima tahun terakhir ini, NGO di Indonesia telah melaksanakan berbagai upaya meningkatkan peranan pemerintah daerah (inclusive local governance) serta keterlibatan warga (citizen engagement), dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan kalangan marjinal, terutama perempuan. Dengan tujuan untuk mengurangi dan menyelesaikan berbagai masalah ketidakadilan sosial di Indonesia. Adapun salah satu upaya yang dipandang strategis adalah pilihan untuk melakukan advokasi anggaran berkeadilan gender guna mendorong penerapan anggaran berkeadilan gender baik di tingkat nasional maupun lokal.

Pada 9 Maret 2005, Women Research Institute meluncurkan tiga buku terbaru WRI, yang berjujudul “Representasi Perempuan dalam Kebijakan Publik di Era Otonomi Daerah”, “Identitas Politik Perempuan Aceh” oleh Edriana Noerdin, dan “Metode-metode Feminis dalam Penelitian Sosial” oleh Shulamit Reinharz. Berikut adalah ulasan masing-masing buku.

 

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini