Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

KONSEP ANGGARAN KINERJA

  1. Suatu sistem atau teknik penyusunan anggaran yang berdasarkan pertimbangan kerja dan unit harga dari setiap kegiatan yang jelas dan terstruktur.

  2. Sistem anggaran yang mengutamakan upaya pencapaian hasil kerja atau output dari perencanaan alokasi biaya atau input yang ditetapkan.

 

INDIKATOR PENGUKURAN ANGGARAN KINERJA

  • Input (Masukan)

Apakah tolok ukur kinerja berdasarkan tingkat atau besarnya sumber dana, SDM, material, waktu, teknologi dan sebagainya, yang digunakan untuk pelaksanaan program atau kegiatan, berdasarkan pemilahan perempuan dan laki-laki?

 

  • Output (Keluaran)

Apakah tolok ukur kinerja berdasarkan produk (barang atau jasa) yang dihasilkan dari program atau kegiatan dengan masukan yang digunakan telah sesuai dengan input untuk kepentingan perempuan dan laki-laki?

 

  • Outcome (Hasil)

Apakah tolok ukur kinerja berdasarkan tingkat keberhasilan yang dapat dicapai berdasarkan keluaran program atau kegiatan yang sudah dilaksanakan, telah sesuai berdasarkan pemilahan laki-laki dan perempuan.

 

  • Benefit (Manfaat)

Apakah tolok ukur berdasarkan tingkat pemanfaatan yang dapat dirasakan sebagai nilai tambah bagi masyarakat (baik laki-laki maupun perempuan) dan pemerintah daerah dari hasil program dan kegiatan?

 

  • Impact

Apakah tolok ukur kinerja berdasarkan dampaknya terhadap kondisi makro yang ingin dicapai dari manfaat telah dirasakan oleh laki-laki dan perempuan?

 

ANALISA GENDER DALAM PERUMUSAN ANGGARAN

  • Perencanaan Program yang Berkeadilan Gender harus dibuat secara spesifik sesuai dengan karakteristik suatu wilayah tertentu. Karena, perencanaan program perlu di awali dengan mengetahui fakta ketidakadilan gender dan data terpilah pada suatu wilayah terlebih dahulu.

     

  • Untuk dapat memasukkan persoalan-persoalan ketidakadilan gender ke dalam program pelayanan publik yang juga harus tercermin dalam anggaran publik pada suatu daerah tertentu, terdapat sebuah kerangka kerja yang dapat digunakan seperti di bawah ini:

Kerangka kerja tersebut didasari pada upaya untuk melihat input, aktivitas, output dan dampak dari sebuah program.

 

Input: Yaitu dana yang dialokasikan dan dana yang dibelanjakan.

 

Aktivitas: Adalah rencana program pelayanan publik dan bagaimana program itu dijalankan.

 

Contoh: program pelayanan kesehatan.

Mungkin saja tidak secara jelas tampak berapa besar jumlah dana yang digunakan untuk pelaksanaan pro-gram pelayanan kesehatan tersebut yang berkaitan langsung dengan kesehatan perempuan.

Tantangannya adalah bagaimana memampukan masyarakat, termasuk perempuan, untuk dapat memonitor penggunaan dana tersebut apakah tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat termasuk perempuan.

 

Output: Hal yang dimaksudkan sebagai output adalah manfaat dari kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan.

Misalnya bagaimana seorang pasien mendapatkan pelayanan kesehatan di sebuah Puskesmas.

Seringkali output yang diharapkan tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Sehingga yang penting adalah bagaimana menetapkan indikator dari sebuah pelayanan publik seperti pelayanan kesehatan. Indikator tersebut bisa secara kualitatif seperti mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, tetapi juga bisa secara kuantitatif dengan melihat data statistik yang relevan berapa banyak orang miskin yang mendapatkan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

 

Dampak: adalah capaian yang terencana yang berkaitan dengan tujuan-tujuan yang lebih luas.

Misalnya, mengurangi kemiskinan dengan memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat, termasuk perempuan. Untuk melihat dampak dari keberhasilan sebuah program harus ditetapkan indikatornya baik secara kualitatif seperti peningkatan mutu pelayanan kesehatan maupun secara kuantitatif dengan melihat sumber data statistik yang relevan.

 

  • Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu kita untuk melihat apakah persoalan ketidakadilan gender telah masuk dalam perencanaan dan alokasi anggaran:
    • Apakah dalam input mengenai perencanaan dan alokasi anggaran yang diperkirakan untuk sebuah program dapat mencapai keadilan antara perempuan dan laki-laki?

    • Apakah aktivitas dalam sebuah program yang direncanakan dapat dinikmati oleh perempuan dan laki-laki dengan setara? Dan apakah program tersebut mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan perempuan?

    • Apakah output telah terdistribusi secara adil bagi perempuan dan laki-laki? Serta apakah output tersebut dapat mencukupi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan bagi perempuan dan laki-laki?

    • Apakah dampak yang diperkirakan dengan dampak yang secara faktual terjadi telah mempromosikan kesetaraan dan keadilan gender? ***

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini