Catatan Awal Tahun Women Research Institute
Jakarta, 21 Januari 2008
Pembukaan
Edriana Noerdin selaku Direktur Penelitian Women Research Institute (WRI) memberikan sambutan, mengawali acara dialog publik. Dalam sambutannya, Edriana menjelaskan secara singkat latar belakang dan pentingnya diadakannya acara dialog publik. Diharapkan dari dialog publik ini akan dihasilkan cara atau celah bagaimana mendongkrak suara perempuan di parlemen, terkait dengan dikeluarkannya judicial review.Dialog publik ini dipandu oleh Sita Aripurnami (Direktur Eksekutif WRI) sebagai moderator, dengan menghadirkan lima pembahas. Kelima pembahas tersebut adalah Aisah Putri Budiatri (peneliti WRI), Ani Soetjipto (akademisi dari Universitas Indonesia), Mohammad Fajrul Falakh (pengamat Hukum Universitas Gajah Mada), Nursyahbani Katjasungkana (anggota DPR RI 2004-2009 dan caleg PKB Pemilu 2009) dan Lena Maryana Mukti (anggota DPR RI 2004-2009 dan caleg PPP Pemilu 2009).
Moderator mengemukakan bahwa sebagai pembicara pertama Aisah Putri Budiatri mewakili WRI akan menjelaskan upaya apa yang bisa dilakukan untuk mendorong keterwakilan perempuan di parlemen setelah adanya judicial review Mahkamah Konstitusi (MK), mengingat pemilu tinggal dua bulan lagi.
Sementara Ani Soetjipto akan menjelaskan dampak diterapkannya aturan suara terbanyak terhadap keterwakilan suara perempuan. Pembahas ketiga, Mohammad Fajrul Falakh akan menjelaskan pandangannya dari sisi hukum atas hasil judicial review UU Pemilu 10/2008 pasal 214. Selain itu ada Nursyahbani Katjasungkana dan Lena Maryana Mukti yang akan mengemukakan pandangannya atas pembatalan aturan nomor urut menjadi suara terbanyak dalam Pemilu 2009 dan strategi pemenangan caleg perempuan dalam menghadapi aturan suara terbanyak.
| Attachment | Size |
|---|---|
| Presentasi WRI.pdf | 531.24 KB |

