Program Capacity Building

Gender Mainstreaming atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai strategi Pengarusutamaan Gender, dikenal sebagai sebuah strategi pembangunan yang secara sistematis mengintegrasikan kebutuhan dan kepentingan perempuan dan laki-laki dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan. Meskipun, Pemerintah Indonesia telah mengakui pentingnya mengintegrasikan perspektif gender ke dalam perencanaan pembangunan, namun konsep Pengarusutamaan Gender dan cara untuk melaksanakan strateginya belum dikenal secara luas.

Sebagai organisasi perempuan, WRI berkepentingan memperkuat kapasitas eksekutif, legislatif dan masyarakat sipil dalam hal pemahaman sensitifitas gender, analisa gender dalam isu pengentasan kemiskinan maupun cara mengaplikasikan strategi pengarusutamaan gender pada organisasi pemerintah dan non pemerintah. Dalam rangka peningkatan kapasitas stakeholder lokal, WRI juga memfasilitasi monitoring dan evaluasi program gender mainstreaming, anggaran berkeadilan gender serta gender dan kemiskinan lembaga nasional maupun internasional.

Tujuan

  • Meningkatkan kesadaran dan pemahaman kritis tentang relasi gender yang adil yang harus terformulasikan dalam kebijakan di tingkat lokal dan didasari oleh kepentingan kelompok marjinal khususnya perempuan dalam konteks otonomi daerah.
  • Meningkatkan kemampuan advokasi multistakeholder tentang sistem perencanaan yang partisipatif dan alokasi anggaran berkeadilan gender.
  • Memperkuat kapasitas organisasi perempuan di tingkat lokal melalui pelatihan, diskusi dan lokakarya agar mampu untuk menyuarakan kepentingan dan kebutuhan mereka sendiri.