Peluncuran Tiga Buku WRI

Women Research Institute
Jakarta, 9 Maret 2005



Judul Buku

  1. Buku “Representasi Perempuan dalam Kebijakan Publik di Era Otonomi Daerah”
  2. Buku “Identitas Politik Perempuan Aceh” oleh Edriana Noerdin
  3. Buku “Metode-metode Feminis dalam Penelitian Sosial” oleh Shulamit Reinharz

1. Buku “Representasi Perempuan dalam Kebijakan Publik di Era Otonomi Daerah”, pada 9 kabupaten/kota di Indonesia (hasil penelitian tahap I)

| Image 1 of 4 |
Pembukaan Acara
Buku ini berisi tentang analisa teks yang menganalisis peraturan-peraturan daerah yang terbit sejak Otonomi Daerah diberlakukan. Penerbitan buku ini bertujuan agar hasil penelitian dapat diakses oleh banyak orang. Selain itu agar tersedia sebuah dokumentasi analisa kritis dengan metodologi feminis terhadap pelaksanaan otonomi daerah. Analisa kritis ini dapat mengembangkan wacana tantang hak-hak politik perempuan dalam tata pemerintahan lokal sekaligus menjadi evaluasi sehingga pelaksanaan otonomi daerah membawa dampak yang makin baik dalam mensejahterakan seluruh masyarakat.

2. Buku “Identitas Politik Perempuan Aceh” oleh Edriana Noerdin

Buku ini merupakan hasil Tesis yang berisi analisa wacana pada tiga level, level bahasa, institusi dan proses sosial, serta subjektivitas untuk memahami perebutan relasi kekuasaan dalam konstruksi dan dekonstruksi nasionalisme Aceh berlandaskan Islam. Tesis ini melihat tradisi lisan, yang dipraktikkan oleh perempuan Aceh masa kini, untuk memahami perlawanan yang dimainkan perempuan Aceh terhadap wacana yang membuang mereka dari wilayah politis. Tesis ini mencoba memeriksa perbedaan posisi-posisi subjektivitas yang diambil oleh aktivis perempuan Aceh di tengah keanekaragaman wacana, yang disusun paling tidak atas gender, kebangsaan, dan agama.

3. Buku “Metode-metode Feminis dalam Penelitian Sosial” oleh Shulamit Reinharz

Buku ini berisi hasil terjemahan tentang pengalaman penelitian dengan menggunakan metode feminis. Buku ini menganalisis contoh-contoh penelitian feminis untuk menemukan metode apa yang benar-benar dipakai para peneliti feminis dan mengapa metode itu dipakai. Juga dilengkapi pembahasan filosofis yang ada tentang hubungan antara feminisme dan penelitian.

Dalam peluncuran Buku ini, WRI menyerahkan ke tiga buku tersebut kepada:

  1. Prof. Dr. Saparinah Sadli, sebagai Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
  2. Abdullah Attamimi, perwakilan dari Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan.
  3. Andy Yentriyanti sebagai aktivis perempuan muda yang banyak melakukan kegiatan pemberdayaan perempuan. ***