Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

15 persen aborsi ilegal dilakukan oleh kelompok usia remaja kurang dari 20 tahun.

 

Sumber: VIVAnews, Kamis, 25 Maret 2010
Oleh: Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti

 

VIVAnews - Berdasarkan hasil penelitian Women Research Institute sepanjang 2008 hingga 2009 terungkap, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia mencapai 228/100.000 kelahiran hidup.

Dari studi itu juga diketahui, penyebab utama AKI d Indonesia antara lain, perdarahan dan terjadi infeksi saat bersalin. Dan, yang paling mengkhawatirkan, di balik angka di atas tersembunyi beberapa kasus aborsi yang menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu.

Sumber: EKSPOSnews, Kamis, 25 Maret 2010

JAKARTA (EKSPOSnews): Women Research Institute (WRI) menilai target penurunan 75 persen angka kematian ibu pada 2015 sulit dicapai dengan tingkat akses dan pemanfaatan fasilitas pelayanan reproduksi bagi perempuan yang masih rendah di sejumlah daerah.

"Meskipun ada beberapa angka yang berbeda, ada yang memakai 410 per 100 ribu, 307 per 100 ribu atau versi pemerintah 228 per 100 ribu, tapi semua masih jauh dari target," kata Direktur Penelitian WRI Edriana Noerdin pada peluncuran buku "Target MDGs Menurunkan Angka Kematian Ibu Tahun 2015 Sulit Dicapai" di Jakarta, Rabu (24/3).

Sumber: TEMPO Interaktif, Rabu, 07 April 2010

TEMPO Interaktif, Menjelang malam, Mutiara terkejut melihat darah mengucur dari jalan lahirnya. Karena takut, suaminya memanggil dukun di lingkungan Rancak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Dukun kemudian memijat perut Mutiara, sambil memberi tahu bahwa janinnya yang berusia tiga bulan itu meninggal dalam kandungan.

Mutiara, yang kini berusia 35 tahun, sekarang sudah memiliki tiga anak. Dari ketiga anaknya itu, cuma satu yang dilahirkan di tangan bidan. Tidak lain motifnya adalah ekonomi, dan kepercayaan tingkat tinggi kepada dukun. Mutiara menceritakan testimoni keguguran kandungannya dalam buku Target MDGs Menurunkan Angka Kematian Ibu Tahun 2015 Sulit Dicapai.

Sumber: matanews.com, Kamis, 18 Maret 2010

 

Jakarta, matanews.com-Anggota komisi II DPR RI dari fraksi Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, sistem suara terbanyak yang digunakan pada Pemilu 2009 lalu tidak bagis bagi calon perempuan.

 

“Ada tiga hal yang tidak dimiliki perempuan, yakni, tidak punya modal ekonomi, modal politik dan modal sosial,” ujar Nurul Arifin dalam seminar memperingati hari perempuan internasional yang diselenggarakan Woman Research Institute di Jakarta, Kamis.


Menurut Nurul, modal ekonomi yang dimaksud, meliputi modal uang yang diperlukan dalam pencalonan. Kemudian modal politik yang meliputi perempaun harus duduk sebagai pengurus partai.

Sumber: matanews.com, Kamis, 18 Maret 2010

 

Jakarta, matanews.com - Aktivis perempuan yang juga pengamat politik Chusnul Mariyah mengatakan, keterwakilan perempuan dalam pemilu masih dilihat sebelah mata oleh berbagai pihak.

 

“Hanya sedikit perempuan yang dianggap memiliki kemampuan atau kualitas untuk menjadi calon legislatif,” ujarnya dalam Seminar hari Perempuan Internasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis.