Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Korupsi menjadi salah satu hambatan utama dalam pembangunan dan pertumbuhan suatu negara, khususnya negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dampak dari tindakan korupsi dirasakan oleh seluruh komponen masyarakat, baik itu oleh masyarakat perempuan maupun laki-laki. Meski demikian, dengan adanya kenyataan ketimpangan relasi gender di masyarakat, maka perempuan, khususnya perempuan yang dipandang memiliki status dan posisi yang lebih rendah, menjadi lebih rentan terpapar pada korupsi dan konsekuensinya. Seksualitas perempuan juga acapkali menjadi sasaran untuk melemahkan perempuan dan menjadikan perempuan sebagai obyek kekerasan dan pemerasan, termasuk dalam konteks korupsi. Kondisi ini umumnya terjadi di negara-negara dengan tingkat kesenjangan gender (gender gap) yang signifikan. Laporan The Global Gender Gap 2017 yang dirilis oleh World Economic Forum mengungkapkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-84 dari 144 negara dalam hal kesetaraan gender.

 

Gambaran singkat ini menunjukkan bahwa korupsi dan ketidaksetaraan gender menjadi persoalan yang saling terkait satu sama lain. Dalam konteks korupsi, kondisi relasi gender yang timpang seringkali memudahkan terjadinya obyektifikasi terhadap perempuan, semisal dalam kasus sexual extortion atau pemerasan seksual. Korupsi lebih jauh juga meminggirkan kelompok perempuan yang rentan karena korupsi memiskinkan perempuan, menjauhkan perempuan dari akses atas pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar, serta meninggalkan perempuan semakin jauh di belakang dalam pembangunan ekonomi, sosial, budaya, dan politik.

 

Selain itu, rendahnya implementasi kesetaraan gender di Indonesia juga mempengaruhi sedikitnya jumlah perempuan yang duduk dan dilibatkan pada posisi dan proses pembuatan kebijakan. Dengan demikian, perempuan pun memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk dapat berpartisipasi dalam mencegah dan memerangi korupsi yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat analisis data yang dilakukan oleh Ideas for India menunjukkan bahwa perempuan hanya dapat berkontribusi untuk memerangi korupsi ketika mereka memegang posisi sebagai pengambil kebijakan.

 

Dimensi-dimensi gender dalam korupsi ini seringkali kurang dapat ditangkap maupun dipahami secara luas. Oleh karenanya, Yayasan Women Research Institute (YWRI) atas dukungan dari United States Agency for International Development (USAID) melalui program CEGAH menyelenggarakan kegiatan pelatihan yang bertajuk “Kesetaraan Gender/Pemberdayaan Perempuan dan Dampak Korupsi bagi Perempuan”. Pelatihan tersebut dilakukan pada Maret - Agustus 2017 berlokasi di enam wilayah pelatihan yaitu DKI Jakarta, Banten, Medan, Maluku Utara, Malang dan Jember.

 

Untuk pelatihan tersebut, YWRI merancang sebuah Modul “Kesetaraan Gender/Pemberdayaan Perempuan dan Dampak Korupsi bagi Perempuan”.  Kekhasan modul ini adalah pada titik beratnya untuk melihat korupsi dengan menggunakan perspektif gender. Perspektif gender dapat membantu kita untuk melihat bahwa sebagai anggota warga sebuah masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki dapat menjadi agen pencegahan tindak korupsi. Melalui pelatihan ini secara bersama-sama ditunjukkan mengenai hubungan perspektif gender dengan dampak atas sebuah tindak korupsi, yang dikenal sebagai ketidakadilan gender. Sebagai contohnya adalah ketika implementasi dana kesehatan tidak sesuai dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan bagi sebuah pusat pelayanan masyarakat di sebuah kecamatan di Indonesia, maka layanan alat keluarga berencana (KB) untuk perempuan tidak tersedia di pusat pelayanan tersebut. Sehingga, perempuan di kecamatan tersebut kehilangan akses pada alat KB dan akibatnya tidak dapat mengatur kapan dirinya akan memiliki atau tidak memiliki anak.

 

Modul ini juga dimaksudkan untuk mendorong warga masyarakat, baik laki-laki dan terutama perempuan untuk memiliki rasa kepercayaan diri guna melaporkan tindak korupsi yang diketahui dan juga untuk secara giat melakukan sosialisasi pencegahan tindak korupsi di lingkungan keberadaannya.

 

Pelatihan ini memberikan pengetahuan perspektif gender untuk mendorong keterlibatan masyarakat termasuk perempuan untuk mencegah dan melaporkan tindakan korupsi. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak pihak yang melakukan upaya untuk mengatasi korupsi serta mendorong perempuan untuk terlibat dalam upaya penanggulangan korupsi.

 

Berdasarkan hasil pre- dan post-test, pelatihan yang diimplementasikan oleh YWRI tersebut telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta pelatihan yang terdiri dari Organisasi Masyarakat Sipil, Pemerintah Daerah, Ombudsman, dan Jurnalis.  Lebih lanjut lagi, dalam rangka meningkatkan peran perempuan dalam upaya pencegahan korupsi, selama pelatihan, YWRI juga mendorong terbentuknya satu jaringan untuk setiap pelatihan sehingga hasil akhirnya dapat terbentuk 8 jaringan. Jaringan ini bertujuan untuk memperkuat upaya para alumni dalam pencegahan korupsi melalui pembagian informasi, pengetahuan, maupun keahlian dalam isu korupsi.

 

Pada akhirnya, program ini membuka wawasan bagi lintas sektor dan menghadirkan jaringan baru untuk upaya penanggulangan korupsi melalui perspektif gender. Melalui upaya pemberdayaan perempuan pada isu penanggulangan korupsi diharapkan akan menjadi salah satu jalan atau strategi mencapai keseteraan gender.

 

 

Publikasi Terbaru

  • Laporan Penelitian:Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan

    Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini