Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Perempuan selalu menjadi mata rantai yang paling lemah dari rantai kemiskinan. Kemiskinan telah menyebabkan perempuan mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses atas hak-hak mereka, terutama dalam hal ini adalah pelayanan kesehatan yang memadai bagi perempuan. Setelah lebih dari 10 tahun belum ada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) yang signifikan menuju target AKI 115 di tahun 2015.

 

Persoalan kesehatan perempuan tidak bisa dilepaskan dari masalah kebijakan, ketersediaan infrastruktur, layanan kesehatan dasar yang terjangkau dan dapat diakses dengan baik. Hasil penelitian Women Research Institute (WRI) di tujuh wilayah di Indonesia (2009) memperlihatkan masih banyak kendala yang dihadapi perempuan miskin khususnya di wilayah terpencil untuk mengakses berbagai fasilitas publik. Selain kemiskinan, kurangnya informasi, pengetahuan dan tidak meratanya ketersediaan tenaga kesehatan seperti dokter maupun bidan menjadi persoalan sulitnya perempuan mengakses fasilitas kesehatan. Berdasarkan catatan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) jumlah bidan di desa terus menyusut dari 62.812 bidan pada tahun 2000, menjadi 39.906 bidan pada tahun 2003. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2000, mencatat sekitar 80 persen penduduk Indonesia bermukim di 69.061 desa dan saat ini tercatat 22.906 desa tidak memiliki bidan desa. (Ringkasan eksekutif SMERU Research Institute “Strategi Akselerasi Pencapaian Target MDGs 2015”)

Publikasi Terbaru

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini