Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Pada Mei 2007, WRI mengikuti program peningkatan kapasitas di Manila, Filipina. Program yang diikuti ini adalah Konferensi tentang Hak-Hak perempuan Internasional dan Workshop tentang Migrasi yang diselenggarakan oleh Women and Gender Institute (WAGI), Miriam College. Selain menjadi partisipan dalam kedua kegiatan di atas, WRI juga melakukan kunjungan ke beberapa organisasi perempuan di Manila dalam rangka membangun jaringan/networking.

Kajian tentang perempuan hanyalah salah satu dari kemungkinan untuk mempertanyakan persoalan pengetahuan sekaligus dengan melihat kembali pada kenyataan empiris yang ada tentang perempuan sehingga sebuah ruang bersama bisa dirumuskan. Masalah utama memang pada kekosongan peta pengetahuan tentang perempuan yang bersumber dari keadaan empirik dari masyarakat Indonesia sendiri. Artinya persoalan perempuan yang selama ini dikunyah sebagai pengetahuan tentang gagasan kebersamaan, selalu berasal dari sebuah pandangan orang lain, dari pada pandangan yang merekatkan kaki kita pada tanah dimana kita berpijak.

Pelatihan dan pengembangan kurikulum, Health Services Program (HSP) dan Women Research Institute (WRI) selama enam bulan akan diadakan 14 lokakarya di sejumlah kabupaten berikut: (1) Serang; (2) Tangerang; (3) Jakarta Barat; (4) Jember; (5) Malang; (6) Aceh Barat; (7) Aceh Besar; (8) Banda Aceh; (9) Deli Serdang; (10) Medan; (11) Sumedang; (12) Kota Bandung; (13) Bogor; (14) Aceh Jaya dan (15) Kediri. HSP dan WRI pernah menyelenggarakan sejumlah lokakarya dalam periode Juli – Agustus 2007. Laporan ini mencoba memberikan gambaran tentang pelaksanaan empat lokakarya yang telah dilakukan di (1) Kediri (21–23 Agustus, 2007), (2) Aceh Besar (21-23 Agustus, 2007), (3) Sumedang (29–31 Agustus, 2007) dan (4) Deli Serdang, dilaksanakan di Medan (29–31 Agustus, 2007).

The High Level Panel of Eminent Persons (HLPEP) on the Post 2015 Development Agenda  sebagai bagian dari rangkaian perumusan kerangka untuk Agenda Pembangunan Pasca 2015 di Bali menjadi harapan terakhir setiap pemangku kepentingan (stakeholder). Fokus pertemuan konsultasi regional di Bali ini mengedepankan sudut pandang kawasan mengenai kemampuan nasional dan kemitraan global dalam menyongsong Agenda Pembangunan Pasca-MDGs. Indonesian CSO Coalition dan Asia Working Group untuk Agenda Pembangunan Pasca 2015 sebagai penyelenggara menyampaikan ada 150 perwakilan CSO yang hadir dalam forum ini. Peserta dari Women Research Institute diwakili oleh Frica Anindhita. Pertemuan ini merupakan bagian dari proses paralel pertemuan ke-4 High Level Panel of Eminent Person on Post 2015 Development Agenda (HLPEP) di Bali, 25-27 Maret 2013.

The High Level Panel of Eminent Person on Post 2015 Development Agenda

 

Youth Multi-stakeholder Meeting 24 Maret 2013 di Swissbell Hotel Bayview Nusa Dua, Bali merupakan bagian dari proses paralel menjelang pertemuan UN High Level Panel of Eminent Person on Post 2015 Development Agenda. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Indonesian Youth Working Group, dimana Women Research Institute (WRI) merupakan salah satu anggotanya. Ayu Anastasia dan Rahayuningtyas mewakili WRI hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan Panel Tingkat Tinggi ini membahas strategi Pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). MDGs sangat berkaitan dengan kehidupan anak muda, oleh karenanya perlu disertakan dalam pengambilan kebijakan dalam menyusun Agenda Pembangunan Pasca 2015.