Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sumber: wahidinstitute.org, Selasa, 08 Januari 2007

 

Intimidasi terhadap lembaga yang memperjuangkan hak-hak perempuan kembali terjadi. Kali ini menimpa lembaga riset Women Research Institute (WRI) yang berkantor di bilangan Kalibata, Jakarta.

 

Melalui faksimil tertanggal 5 Januari 2007, lembaga yang fokus mengkaji isu kesetaraan jender, termasuk perda-perda Syariat Islam, ini diminta ‘bertobat’ karena aktivitasnya dinilai telah menyimpang dari ajaran Islam.

Sumber: Kompas - Swara, Senin, 15 Januari 2007
Oleh: Maria Hartiningsih dan Ninuk Mardiana Pambudy

 

Ancaman melalui faksimile terhadap aktivis Women's Research Institute (WRI) pada awal tahun 2007, menyusul pencurian CPU komputer dari kantor itu pada bulan September lalu, tak bisa dianggap sebagai peristiwa kriminal biasa.

 

Peristiwa itu dapat dilihat sebagai penyerangan terhadap simbol perjuangan perempuan dan, karenanya, yang diserang adalah eksistensi gerakan perempuan.

Sumber: ICRP, 16 Januari 2007

 

Siang itu, Jumat, 12 Januari 2007, sejumlah aktivis perempuan berdiskusi dengan serius di ruang pertemuan Sekretariat Women Research Institute (WRI). Kehadiran mereka merupakan bagian dari wujud solidaritas sesama aktivis perempuan, khususnya bagi WRI yang dalam rentang waktu yang cukup singkat telah mengalami 2 kejadian teror berturut-turut.

 

Kejadian pertama pada 3 September 2006, kantor WRI dimasuki orang tak dikenal yang mengacak-acak kantor dan mengambil delapan unit CPU beserta satu handphone milik kantor. Kejadian berikutnya pada 5 Januari 2007, 2 aktivis pucuk pimpinan WRI mendapat surat kaleng via fax dari pelaku yang menyebut dirinya sebagai Lembaga Dakwah Islamiyah.

Sumber: Kompas - Swara, Senin, 29 Januari 2007
Ninuk Mardiana Pambudy

 

Ketika mendengar kata korupsi, jangan selalu mengartikan sebagai pencurian uang. Ada bentuk-bentuk korupsi lain, yang paling perlu diwaspadai adalah di dalam penyusunan anggaran publik.

 

Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Teten Masduki menyebutkan, korupsi tidak selalu berarti mencuri uang secara langsung. Korupsi juga dapat dilakukan melalui desain anggaran publik yang tidak memihak pada kepentingan publik, melainkan lebih menguntungkan para penyusun anggaran.

Sumber: Kompas, Rabu, 14 Februari 2007
Imam Prihadiyoko

 

JAKARTA, KOMPAS -- Nunik Nurjanah dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah mengungkapkan kekecewannya tentang belum sempatnya almarhum Nurcholish Madjid membahas tentang gender dalam Islam. Padahal, akhir-akhir ini isu gender seringkali dihadapkan dengan isu penegakkan syariah Islam.

 

"Kalau kita berprasangka baik, mungkin cak Nur menganggap isu gender sebagai suatu isu yang sudah selesai seiring gerakan modernisasi," ujar Nunik ketika membuka diskusi sesi pertama pada seminar Gerakan Pembaruan Islam dan Isu-isu Gender di Universitas Paramadina, Rabu (14/2).