Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sumber: ANTARA News, Senin, 30 Juni 2008


Jakarta (ANTARA News) - Hasil penelitian yang dilakukan Woman Research Institute (WRI) selama 2007 di tujuh kabupaten di Indonesia menunjukkan, hingga kini sebagian perempuan dari keluarga miskin masih memilih menggunakan jasa dukun beranak untuk membantu proses persalinan.


"Jaminan pelayanan kesehatan gratis ternyata tidak serta merta mengurangi pilihan perempuan miskin untuk ke dukun. Ini masih terjadi di beberapa daerah seperti di Lebak, Lampung Utara dan Sumba Barat," kata Direktur Penelitian WRI Edriana Noerdin saat memaparkan hasil penelitian di Jakarta, Senin.

Sumber: Kapanlagi.com, Senin, 30 Juni 2008


Kapanlagi.com - Hasil penelitian yang dilakukan Woman Research Institute (WRI) selama 2007 di tujuh kabupaten di Indonesia yang dipaparkan di Jakarta, Senin (30/6), menunjukkan bahwa alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk sektor kesehatan rata-rata masih rendah.


Menurut Direktur Penelitian WRI Edriana Noerdin, secara umum alokasi anggaran kesehatan di Lampung Utara (Lampung), Lebak (Banten), Indramayu (Jawa Barat), Solo (Jawa Tengah), Jembrana (Bali), Lombok Tengah (Nusa Tenggara Barat), dan Sumba Barat (Nusa Tenggara Timur), berkisar antara empat hingga tujuh persen dari total APBD.

Sumber: Media Indonesia, Selasa, 01 Juli 2008

 

Jakarta (MI): Upaya paling tepat menurunkan angka kematian ibu (AKI) adalah dengan penanganan komplikasi pada ibu hamil. Sayangnya, penanganan komplikasi ibu hamil di Indonesia masih sangat buruk. Hal ini disampaikan kepala Subdirektorat Kesehatan Ibu dan Anak Departemen Kesehatan Lukman Hendro Laksmono pada seminar hasil penelitian mengenai akses pemanfaatan fasilitas dan pelayanan kesehatan perempuan miskin, di Jakarta, kemarin.

 

”Dari 100% ibu hamil yang mengalami komplikasi, hanya 30% ibu hamil yang dibawa ke fasilitas kesehatan. Itupun tidak semua yang dibawa ke fasilitas kesehatan selamat,” ujarnya.

Sumber: Koran Tempo, Selasa, 01 Juli 2008


Anggaran kesehatan di berbagai daerah masih rendah. “Berdasarkan survei di tujuh Kabupaten/kota, anggaran kesehatan hanya berkisar 4-7 persen dari total APBD,” ujar Direktur Penelitian Women Research Institute Edriana Noerdin di Jakarta kemarin.


Daerah yang disurvei adalah Indramayu, Lebak, Surakarta, Lombok Tengah, Lampung Utara, Jembrana, dan Sumba Barat. Survei ini menggunakan indikator dua kabupaten yang sudah bagus anggaran kesehatannya (Surakarta dan Jembrana) dibandingkan dengan kabupaten yang memiliki human development index rendah dan derajat kesehatan rendah.

Sumber: DRadio 103.4 FM Jakarta, 02 Juli 2008

Direktur Penelitian Women Research Institute (WRI) Edriana Noerdin memaparkan hasil penelitiannya di tujuh kota besar bahwa akses pelayanan kesehatan keluarga miskin cenderung rendah. Akibatnya, para ibu terpaksa menggunakan jasa dukun bayi saat persalinan daripada bidan atau tenaga kesehatan terampil lainnya.


Menurut dia, pilihan masyarakat ke dukun dipengaruhi jarak tempuh, pelayanan perawatan bayi dan ibu setelah melahirkan, fleksibilitas pembayaran (in-natura), serta kepercayaan dan tradisi masyarakat yang masih kuat,” paparnya di Jakarta kemarin. Ia menyebut, penelitian WRI berlangsung di tujuh daerah, yaitu Indramayu, Sumba Barat, Surakarta, Lombok Tengah, Jembara, Lebak, dan Lampung Utara.