Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sumber: RiauPos.co, 20 September 2015 - 20:36 WIB

 

Hivos dan Women Research Institute Gelar Seminar Publik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hivos bekerjasama dengan Women Research Institute menggelar seminar publik "Menguatnya Kepemimpinan Perempuan di Tengah Keterbukaan Politik" dengan mengundang pembicara dari Serikat Perempuan Riau (Seruni), Helda Khasmy.

Seminar Publik dan Peluncuran Panduan Pelatihan yang digelar Jumat (17/9) lalu di Jakarta itu, bertujuan untuk mengumpulkan pengalaman perempuan dalam mengambil kepemimpinan di legislatif dan di akar rumput.

Sumber: jurnalperempuan.org, 20 September 2015

Kamis, 17 September 2015, Women Research Institute (WRI) menggelar seminar bertajuk  “Menguatnya Kepemimpinan Perempuan di Tengah Keterbukaan Politik” dengan menghadirkan narasumber Irma Suryani Chaniago, Sekjen KPPRI (Kaukus Perempuan ParlemenRepublik Indonesia), Gunarti dari JM-PPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng), Lena Maryana Mukti, Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Helda Khasmy, aktivis lingkungan dari LSM Seruni Riau.

Sumber: MajalahKartini.co.id | 17/09/2015 17:30

Kepemimpinan perempuan mampu mendorong terjadinya sebuah perubahan walau sering tak terlihat.

 

MajalahKartini.co.id - Keterbukaan politik saat ini, gerakan perempuan semakin meluas. Keluasan ini menuntut kemampuan dari organisasi perempuan untuk mengembangkan jaringan kerja demi mengatasi kekurangan yang harus diakui masih sangat banyak.

Mengenai hal ini, Women Research Institute (WRI) dan Hivos mengadakan seminar publik membahas hal ini dengan tajuk "Menguatnya Kepemimpinan Perempuan di Tengah Keterbukaan Politik" dan peluncuran panduan pelatihan "Kepemimpinan Perempuan" di Jakarta, Rabu (17/9).

Sumber: BeritaSatu.com, Jumat, 18 September 2015 | 01:50

Jakarta – Direktur Eksekutif Women Research Institute Sita Aripurnami mengungkapkan peran perempuan dalam ranah politik formal masih minim. Dua fakta bahwa peran perempuan masih minim, yakni keterwakilan di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015 dan di parlemen.


"Keterwakilan perempuan masih sangat minim. Hal tersebut, terungkap dalam data Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)," kata Sita dalam sebuah diskusi di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

Sumber: BeritaSatu.com, Jumat, 18 September 2015 | 02:34

 

Jakarta - Direktur Eksekutif Women Research Institute (WRI) Sita Aripurnami menilai kepemimpinan perempuan muncul dan menguat di tingkat akar rumput. Menurut Sita, kepemimpinan perempuan secara struktural pada sektor publik belum terjadi secara meluas.


“Namun proses transformasi sosial telah mampu mendorong munculnya pemimpin dalam gerakan perempuan di tingkat akar rumput. Kepemimpinan Perempuan mampu mempengaruhi dan mendorong terjadinya sebuah perubahan di masyarakat walau sering tidak terlihat,” ujar Sita dalam diskusi di daerah Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).