Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Moral Ekonomi Perempuan Pabrik Dinamika Kehidupan di Tempat Kerja (1)

 

Pendahuluan

Tulisan ini merupakan hasil penelitian mengenai buruh perempuan yang ditulis oleh beberapa peneliti dari Women Research Institute (WRI) dengan menggunakan metode feminis. Studi kasus tentang buruh perempuan yang bermigrasi dari perdesaan ke perkotaan dan pelbagai tantangan dalam dunia industrial dan kehidupan kota tidak hanya dimaksud untuk memperoleh pengetahuan lebih mendalam tentang pergulatan hidup buruh perempuan, melainkan juga sebagai upaya untuk mengangkat dan mengungkap secara lebih jernih suara hati mereka. Tulisan ini tidak hanya membahas upaya bertahan hidup buruh perempuan dalam konteks relasi industrial, tetapi lebih luas dari itu, yakni pertautan mereka dengan perilaku konsumsi, aktivitas organisasional, dan persoalan-persoalan pragmatis di wilayah perkotaan.

 

Beberapa pertanyaan pokok diajukan dalam kajian ini, antara lain, bagaimana buruh perempuan melepaskan diri dari dunia agraris, bagaimana buruh perempuan menyesuaikan diri dengan lingkungan industrial, apa strategi untuk bertahan hidup di kota besar, dan bagaimana buruh perempuan memposisikan diri ketika berangkat meninggalkan desa menuju kota. Konteks bertahan hidup di perkotaan tidak hanya berlandaskan pada basis ekonomi semata, tetapi juga bersandar pada strategi-strategi sosial budaya yang mereka kembangkan. Karena itu, aspek ekonomi, relasi sosial dalam arti modal sosial, perilaku konsumsi dan gaya hidup buruh perempuan di perkotaan seharusnya dipahami secara lebih komprehensif. Semuanya saling mengait dan sulit dipisahkan. Hal demikian sangat penting bagi kepentingan akademik maupun advokasi.

 

Sebagaimana diketahui, sebagian besar pola advokasi selama ini lebih banyak mengedepankan strategi buruh perempuan tidak berbasis karakter mereka yang terbentuk melalui perjalanan panjang dari desa ke kota yang sarat dengan upaya untuk tetap bertahan hidup. Dalam derajat tertentu hal itu kemudian membentuk sub-budaya industrial khas buruh perempuan.

 

Mengabaikan sub-budaya buruh perempuan sembari mengutamakan agenda kepentingan pihak lain justru akan bertolak-belakang dengan kepentingan buruh itu sendiri. Di samping itu kita kerap memahami buruh sebagai elemen sosial yang diletakkan dalam relasi produksi semata. Padahal, dalam kenyataan sehari-hari, corak berpikir dan perilaku konsumsi buruh perempuan semakin sulit dibedakan dengan kelas sosial lainnya. ”Gaya hidup” buruh perempuan kian mirip dengan kelas-kelas sosial yang secara sosiologis mendominasi mereka. Misalnya, berbelanja di toko serba ada, bergonta-ganti telepon seluler, bercengkerama bersama kawan-kawan di mall, dan berbagai perilaku konsumsi lainnya dalam konteks masyarakat modern. Tim peneliti WRI mencoba mengupas semua fenomena itu secara deskriptif. Melalui ”pendekatan deskripsi”, karakter atau perilaku buruh perempuan, baik di tempat kerja dan rumah tinggal maupun ruang publik, dapat terlihat dengan jelas. Kita pun memperoleh pengetahuan empirik yang memberi ruang lebih besar bagi interpretasi dalam konteks lebih luas.

 

Referensi 

Moral Ekonomi Perempuan Pabrik Dinamika Kehidupan di Tempat Kerja (1-6)

 

  1. Althusser, Louis. 1970. Ideologi dan Perangkat Ideologis Negara.
  2. ____________, 1973. Jawaban Kepada John Lewis.
  3. Arief Budiman. 1995. Teori-Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta: Gramedia.
  4. Bhabha, Homi K. 2004. The Location of Culture. New York: Routledge.
  5. Boulton, Alan (ed.). 2004. Perdagangan Anak untuk Tujuan Pelacuran di Jakarta dan Jawa Barat: Sebuah Kajian Cepat. Jakarta: ILO.
  6. Bourchier, David (ed.). 1994. Indonesia’s Emerging Proletariat, Workers and Their Struggles. Annual Indonesia Lecture Series No. 17. Australia: Monash University. 
  7. Evers, Hans-Dieter. 1995. Sosiologi Perkotaan Urbanisasi dan Sengketa Tanah di Indonesia dan Malaysia. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.
  8. Foucault, Michel. 1991. Discipline and Punish: the Birth of the Prison. London: Penguin.
  9. Hadiz, Vedi R. 1997. Workers and the State in New Order Indonesia. New York: Routledge.
  10. Hartiningsih, Maria. 2007. “Laporan ILO tak Menyentuh Gambaran Riil”, dalam Kompas, 28 Mei.
  11. Luttrell, Wendy. 1989. “Working-Class Women’s Ways of Knowing: Effects of Gender, Race and Class” dalam Sociology of Education, Vol. 62, No. 1, January, Special Issue on Gender and Education.
  12. Mandel, Ernest. 1977. Marxist Economic Theory. London: Merlin Press.
  13. Marx, Karl dan Fredrich Engels. 1965. The German Ideology. Translated from the German. Edited by S. Ryazanskaya. London: Lawrence & Wishart.
  14. Marx, Karl Marx. 2004. Kapital Buku I. terjemahan. Jakarta: Hasta Mitra.
  15. Olsy Vinoli Arnof. 2004. “Memberdayakan atau Memperdaya Perempuan”, dalam Jurnal Demokrasi, Forum LSM DIY, Vol. II, No. 1, Januari.
  16. Popkin, Samuel. 1979. Rational Peasant: The Political Economy of Rural Society in Vietnam. California: University of California Press.
  17. Ray, Larry. 2003. “Review Essay: Capitalism, Class and Social Progress”, dalamCurrent Sociology, March, Vol. 51(2), hal. 163-169. London, Thousand Oaks, CA and New Delhi: SAGE Publications.
  18. 18. Scott, James C. 1976. The Moral Economy of the Peasant: Rebellion and Subsistence in Southeast Asia. New Haven: Yale University Press.
  19. 19. Tzannatos, Z 1998. “Women and Labor Market Changes in the Global Economy: Growth Helps, Inequalities Hurt and Public Policy Matters”, Social Protection Discussion Paper No. 9808. Washington DC: The World Bank. 
  20. United Nations. 2000. The World’s Women 2000 Trends and Statistics. ST/ESA/STAT/SER.K/16. NewYork.
  21. Warouw, J Nicolaas. 2004. “Assuming Modernity: Migrant Industrial Workers in Tangerang, Indonesia”. Thesis submitted for the degree of Doctor of Philosophy at the Australian National University.
  22. Wolf, Diane Lauren. 1992. Factory Daughters, Gender, Household Dynamics, and Rural Industrialization in Java. Los Angeles: University of California Press.
  23. Xin Meng. 1998. “The Economic Positions Women in Asia”. IIAS/IISG, CLARA Working Paper, No. 4, Amsterdam.
  24. Yordanis, Cariel L. 2002. “Producing Social Class Representation Women’s Work in a Rural Town”, dalam Gender and Society, Sociologists for Women in Society, Vol. 16, No. 3, June, hal. 323-344.