Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk ibu hamil, serta program kesehatan ibu dan anak. Maka ketika sektor kesehatan korup, perempuan akan langsung merasakan konsekuensinya.

 

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, korupsi berdampak pada pemiskinan masyarakat, baik perempuan dan laki-laki. Namun, dalam kondisi miskin, perempuan dengan kekhasan kebutuhan kesehatan reproduksi dan tanggung jawab norma sosial, menjadikan perempuan memiliki kerentanan yang berbeda dengan laki-laki.

 

Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-Laki dan Perempuan

  1. Perempuan mendapat triple burden dari dampak korupsi sektor kesehatan:
  • Terkait urusan domestik atau publik perempuan, yaitu dengan memperlambat kerja publik atau penyelesaian perannya secara sosial dalam urusan rumah tangga
  • Membebankan perempuan secara psikologis
  • Membebankan perempuan dalam perannya secara sosial yang dianggap bertanggung jawab pada pengurusan kesehatan keluarga
  1. Korupsi sektor kesehatan menjadi ancaman bagi kesehatan reproduksi perempuan:
  • Akses pada fasilitas dan pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur dan geografis suatu wilayah.
  • Adanya korupsi terkait pembangunan infrastruktur penunjang, menjadikan masyarakat terkendala dalam mengakses faskes.
  • Dengan tidak tersedianya dan tidak teraksesnya pelayanan kesehatan tersebut, menjadikan ancaman bagi kesehatan reproduksi perempuan.
  1. Korupsi sektor kesehatan menjadi ancaman bagi keberlanjutan generasi. Hal ini merupakan dampak dari ancaman kesehatan reproduksi perempuan, dan bentuk korupsi lain yang berpengaruh pada kesehatan bayi.
  • Dengan terancamnya kesehatan reproduksi perempuan, maka risiko keselamatan bayi dan kesehatan ibu akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan generasi.
  • Adanya perilaku korupsi berupa sponsorship (penyalahgunaan wewenang dan dampak dari gratifikasi) menyebabkan bayi rentan mengalami kurang gizi.

 

Dilain sisi, beberapa pihak seperti pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat sudah turut serta dalam upaya pencegahan korupsi. Secara khusus, perempuan yang lebih terkena dampak korupsi sektor kesehatan justru tidak mendapatkan ruang dalam berpartisipasi dalam upaya pencegahan. Oleh karen itu, penelitian ini memberikan rekomendasi pada upaya optimalisasi partisipasi perempuan dalam mencegah korupsi dan juga merekomendasikan untuk melakukan upaya peningkatan kesadaran hak akan kesehatan.

 

Rekomendasi terkait Upaya Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Pencegahan Korupsi

  1. Peningkatan kapasitas masyarakat khususnya perempuan untuk dapat melakukan upaya advokasi
  2. Mendukung kapasitas organisasi masyarakat sipil termasuk organisasi masyrakat sipil perempuan untuk terlibat dalam kegiatan tata laksana pemerintahan
  3. Menyelenggarakan  forum-forum konsultasi publik  sebagai sarana keterbukaan informasi oleh masyarakat yang terstruktur dan berkelanjutan.
  4. Mendorong akses publik terhadap data dan informasi publik.
  5. Membangun kapasitas negara dalam mengevaluasi dampak dari upaya untuk melibatkan warga negara.
  6. Secara  aktif melakukan sosialisai kepada masyarakat (khususnya perempuan) terkait korupsi, dampaknya  dan upaya pencegahan yang  dapat dilakukan.
  7. Melakukan advokasi dan penekanan terhadap pemerintah daerah untuk segera menerbitkan Surat Keputusan pembuatan Komisi Informasi Publik.
  8. Mendorong terbentuknya peraturan turunan dari UU nomor 25 tahun 2004 tentang pelibatan perempuan dalam perencanaan pembangunan.

  
Rekomendasi terkait Upaya Peningkatan Kesadaran Perempuan Akan Hak Mereka untuk Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

  1. Perlu adanya kegiatan yang membangun kesadaran dengan pendekatan kearifan lokal maka dapat berpotensi sebagai upaya pencegahan korupsi.
  2. Peningkatan kapasitas bagi kader kesehatan sebagai corong informasi dan edukasi  kesehatan  bagi  masyarakat.
  3. Membentuk forum-forum kecil terkait partispasi dan konsultasi publik bidang kesehatan
  4. Menyediakan posko pengaduan pelayanan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan baik di Puskesma maupun rumah sakit

 

Penulis dan Peneliti: Benita Nastami, Bunga Pelangi

Panel Ahli: Edriana Noerdin, Sita Aripurnami

Penerbit: Yayasan Women Research Institute, 2018

Tebal: iv + 70 halaman

 

Download Laporan Penelitian dapat diunduh pada tautan berikut:

Laporan Penelitian Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-Laki dan Perempuan

 

Publikasi Terbaru

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini