Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Permasalahan kemiskinan menjadi bagian penting dalam pembangunan pedesaan, karena mayoritas golongan miskin di desa adalah kaum perempuan. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya kesempatan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan baru, memperoleh sumber-sumber kegiatan ekonomi serta aktifitas produktif lainnya.

 

Untuk menjawab persoalan tersebut, Konsorsium YWRI melakukan program Pengelolaan Hutan untuk Kesejahteraan Perempuan pada empat nagari di Sumatera Barat dengan memberikan akses dan manfaat kepada kelompok perempuan dalam mengelola tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Program ini selain mendorong pengelolaan lingkungan yang baik, juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian perempuan.

 

Pengorganisasian Kelompok Perempuan

Pendampingan Konsorsium YWRI di Sumatera Barat dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan (Nagari Barung-Barung Belantai Selatan dan Nagari Kapujan Koto Berapak) dan Kabupaten Solok Selatan (Nagari Lubuk Malako dan NagariPadang Gantiang). Pendampingan dimulai dengan tahapan pendekatan dan identifikasi kelompok yang melibatkan perempuan di tingkat nagari. Diketahui bahwa selama ini sudah terdapat organisasi yang melibatkan perempuan, tetapi tidak dikelola secara baik dan tidak aktif dalam berkegiatan.

 

Pada bulan November 2016, tercatat sebanyak 397 perempuan menjadi anggota kelompok di empat nagari dampingan Konsorsium YWRI. Jenis kelompok yang dibentuk adalah kelompok tani perempuan yang kemudian memilih untuk melakukan usaha produksi cokelat dan sirup pala. Berikut adalah informasi terkait kelompok dampingan Konsorsium YWRI.

 

Inisiasi Kelompok Perempuan menjadi Koperasi

Keberhasilan perempuan dalam pengorganisian kelompok menumbuhkan semangat untuk membentuk Koperasi. Pembentukan koperasi sejalan dengan kebutuhan dalam membuat wadah untuk melakukan pengelolaan unit usaha cokelat dan pala.

 

Kekuatan Perempuan dalam Advokasi Anggaran

Sebagai program pemberdayaan tentunya berupaya membuat perempuan mampu mandiri dalam menyampaikan pendapat dan kebutuhannya. Dengan adanya kekuatan kolektif dari pengorganisasian kelompok, maka Konsorsium YWRI berupaya untuk mengoptimalkan potensi ini melalui peningkatan kapasitas berupa pelatihan terkait kepemimpinan perempuan dan advokasi anggaran. Dari pelatihan tersebut, anggota kelompok memahami peran dan kedudukan perempuan dalam pemerintah yang dapat ditindaklanjuti dengan teknik advokasi.

 

Forum Lintas Nagari: Berbagi Pengalaman antar Perempuan

Forum lintas nagari dilakukan di tingkat kabupaten yang ditujukkan untuk meningkatkan motivasi kelompok perempuan dalam pengorganisasian kelompok, membuat jaringan produksi dan jalinan komunikasi antar nigari. Pelibatan pemangku kepentingan dalam kegiatan pengorganisasian dan peningkatan kapasitas kelompok perempuan sangat penting agar bisa mengusulkan adanya upaya replikasi dari pembelajaran baik antar kelompok perempuan.

 

Dokumen Lembar Fakta dapat diunduh pada tautan berikut:

1_Sumatera Barat_Pengorganisasian Perempuan dalam Pengelolaan Hasil Hutan Non Kayu

 

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini