Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Sejak tahun 2000, Indonesia telah membuat beberapa kemajuan dalam mengidentifikasi kebutuhan kesehatan reproduksi remaja dan dalam mendefinisikan pilihan kebijakan. Pemerintah telah menyadari kebutuhan akan pendidikan seks dan kesehatan reprodusi yang lebih baik di sekolah-sekolah, terutama mengingat pertumbuhan epidemi infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS di negeri ini. Namun, karena adanya sensitivitas politik seputar masalah Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), dialog kebijakan belum diterjemahkan ke dalam program konkrit untuk melayani kebutuhan reproduksi remaja. Isu kebijakan yang mendesak termasuk kebutuhan untuk meninjau UU Kesehatan, UU No 36/2009 dan merevisinya untuk memastikan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi dimasukkan dalam kurikulum sekolah dan bahwa larangan pelayanan keluarga berencana bagi kaum muda lajang harus diangkat. Pelayanan kesehatan reproduksi bagi anak muda lajang harus disediakan dan ditawarkan dalam lingkungan yang ramah dan rahasia sehingga mereka yang membutuhkan dapat mengakses layanan tanpa stigma.

Publikasi Terbaru

  • Laporan Penelitian:Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan

    Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini