Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Kegiatan peningkatan kapasitas bagi staf WRI dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi dalam merumuskan, mengimplementasikan, dan mengawasi strategi yang tepat dan dapat diterapkan serta mengevaluasi efeknya dalam kurun waktu tertentu. Sebagai sebuah lembaga penelitian, para staf WRI wajib memiliki pengalaman yang memadai untuk mengimplementasikan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Para staf juga harus memiliki kompetensi dalam melakukan analisis yang mendalam untuk berkontribusi terhadap perbaikan kualitas dari kondisi dan posisi perempuan di Indonesia. Berdasarkan tujuan ini, staf WRI menghadiri konferensi dan lokakarya di Summer Institute on Migration (SIM) di Quezon City, Filipina, 6-29 Mei, 2007.

Asia Pacific Forum on Women, Law and Development (APWLD) telah melakukan konsultasi dengan UN Special Rapporteur on Violence Against Women (SRVAW) sejak tahun 1995. Konsultasi tersebut telah berkontribusi terhadap proses integrasi isu-isu gender dan hak perempuan ke dalam mekanisme Special Procedures yang secara kritis membahas bentuk-bentuk diskriminasi struktural dan kekerasan terhadap perempuan.

Pada tangal 27 Februari 2006 Women Research Institute (WRI) mendapatkan kesempatan untuk menghadiri pertemuan ke 50 PBB dari komisi "the Status of Women" di Kantor Pusat PBB di New York, USA. WRI merupakan salah satu anggota delegasi resmi dari Indonesia bersama dengan NGO lokal lainnya. WRI diwakili oleh Sita Aripurnami dan Edriana Noerdin berpartisipasi dalam salah satu sesi di sana.

Pada tanggal 24 hingga 27 Februari 2014, tiga peneliti Women Research Institute (WRI) berkesempatan untuk mendapatkan pengembangan kapasitas mengenai strategi komunikasi di Yogyakarta. Workshop ini diselenggarakan oleh jaringan Policy Research Network (PRN) dengan mengambil tema Communication Strategy and Advocacy.

Renewing Commitments to Sexual and Reproductive Health and Rights (SRHR)

Pada 21-25 Januari 2014 telah berlangsung workshop Asia Pacific Conference on Reproductive and Sexual Health and Rights (APCRSHR) yang ke-tujuh di Manila. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Examining Achievements, Good Practices and Challenges: Towards a Strategic Positioning of SRHR for all” dengan pembicara dari berbagai negara, salah satunya Indonesia. Kegiatan ini diadakan di Philippines International Convention Center (PICC) di Manila, Filipina. Seorang peneliti WRI mendapatkan kesempatan untuk menjadi pembicara di acara ini.

Publikasi Terbaru

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini