Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Ditengah-tengah kesibukannya menjadi dosen di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia, Melani Budianta masih meluangkan waktu untuk memikirkan persoalan perempuan. Melani terlibat aktif dalam gerakan perempuan ketika situasi politik di Indonesia mulai memuncak pada 1998. Diawali dengan demo menuntut penurunan harga susu yang melambung dan tidak terjangkau oleh masyarakat umum, yang disuarakan oleh para ibu. Gerakan ini berkembang menjadi wadah untuk menyuarakan ketidakadilan yang terjadi dan diberi nama Suara Ibu Peduli, dimana Melani menjadi salah satu pendirinya. Gerakan para ibu yang didukung oleh kelompok perempuan dan para mahasiswa itu memberi inspirasi baginya yang diwujudkan dalam tulisan "The Blessed Tragedy: The Making of Women's Activism during the Reformasi Years (1998-1999)" yang dibukukan dalam, "In Challenging Authoritarianism in Southeast Asia: Comparing Malaysia and Indonesia", 2003.

Publikasi Terbaru

  • Laporan Penelitian:Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan

    Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini