Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Peneliti

 

Sejak tingkat pertama di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) sebagai Ketua Forum Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja 2011, Bunga menggeluti isu kesehatan reproduksi remaja. Kemudian pada tahun berikutnya Bunga bergabung dengan Aliansi Mahasiswa Indonesia Peduli Kesehatan Reproduksi sebagai kepala bidang kehumasan.


Ketertarikan pada isu kesehatan reproduksi remaja berlanjut ketika pada tahun 2012 menjadi kepala reporter untuk buletin Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat yang menggarap isu kesehatan reproduksi dan sistem kesehatan Indonesia. Pada tahun 2013 Bunga juga menjadi co-founder dan leader organisasi himpunan departemen promosi kesehatan FKM UI dan memperjuangkan terbentuknya Perkumpulan Pendidik dan Promotor Kesehatan Masyarakat Indonesia untuk tingkat nasional. Sarjana departemen promosi kesehatan FKM UI ini mulai bergabung dengan Women Research Institute pada pertengahan 2014 sebagai Koordinator Lapangan untuk Youth Forum Jakarta. Dan pada tahun 2015 Bunga bergabung menjadi tim Peneliti Women Research Institute.***

Direktur Eksekutif

 

Keterlibatan dalam gerakan perempuan, diawali 1984 dengan menekuni diskusi masalah buruh dan penggusuran. Kegiatan ini menggulirkan didirikannya organisasi perempuan Kalyanamitra pada 1985, dan menekuni pendidikan penyadaran gender. Keaktifannya di tingkat nasional sampai internasional, seperti menjadi anggota Asia Pacific Women, Law & Development (1988-1996), juga Global Fund for Women (1989-1996). Selain itu Sita juga menjadi pembicara dan berpartisipasi dalam beragam pertemuan seperti International Conference on Population & Development di Cairo 1994 juga the UN Women’s Conference di Beijing 1995. Pada 1996-1997, Sita melanjutkan studi S2-nya dalam bidang studi gender di London School for Economic & Social Science, Inggris. Bersama sejumlah kawan di Yogya, sepulangnya dari Inggris mendirikan lembaga pendidikan INSIST (Institut Ilmu Sosial Transformatif) pada 1997.

Direktur Penelitian

 

Aktif dalam gerakan perempuan sejak 1986, berawal dari bergiat di kelompok studi yang pada saat itu marak di kalangan mahasiswa. Mulai serius mendirikan kelompok perempuan bersama empat kawan karibnya, pada 1989 bernama Kelompok Kebangkitan Perempuan Indonesia yang kemudian pada perjalanannya menjadi Yayasan Perempuan Mardika.

 

Akhir tahun 2000, menyelesaikan studi S2 dalam women and development di ISS, Belanda. Edriana juga aktif menulis diberbagai kesempatan dan juga sebagai pembicara diforum-forum nasional maupun Internasional seperti Indonesia Update Seminar, Australia dan forum lainnya.

Peneliti

 

Pengetahuan mengenai gender dan feminisme telah didapatkan Benita Nastami semasa kuliah di Departemen Kriminologi, FISIP Universitas Indonesia. Sejak saat itulah perempuan yang akrab disapa Ninit mulai tertarik dengan isu gender, feminisme, serta kajian Penologi dan Hak Asasi Manusia. Sebagai tugas akhir Ninit memilih tema ‘Kerentanan Perempuan Narapidana Perempuan Terpapar HIV/AIDS di dalam Lembaga Pemasyarakatan’.

 

Setelah lulus dari Departemen Kriminologi pada 2011, Ninit bergabung sebagai Peneliti di Center for Detention Studies (CDS). Ninit terlibat dalam proyek penelitian CDS dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengenai “Survei Kualitas Layanan Pemasyarakatan”. Ketertarikan pada isu gender dikembangkannya melalui pelatihan-pelatihan seperti pelatihan metodologi feminis oleh Women Research Institute dan Information Technology Training oleh Brush Farm Corrective Service Academy, pada 2013. Kemudian pada Februari 2014, Ninit bergabung dengan Women Research Institute sebagai Peneliti.***

Sekretaris

 

Dewi mengawali karir bekerjanya setelah lulus kuliah pada 1989 dengan bekerja di sebuah perusahaan asuransi sebagai staf marketing. Kemudian pada 1992-1994 dia bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan sebagai staf administrasi.

 

Pada 1996 Dewi memulai bekerja kembali di Lembaga Bantuan Hukum dan Wanita di Padang, sebagai asisten pengacara. Kemudian pada 2003, dia beralih bekerja di bagian keuangan sebuah perusahaan yang bergerak di usaha makanan. Sampai akhirnya pada Februari 2006 memulai bekerja di Women Research Institute.***

Publikasi Terbaru

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini