Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Narasi Permasalahan Perempuan: Catatan bagi Kabinet Indonesia Maju

    Tulisan ini merupakan catatan kecil, yang mengajak kita semua untuk memikirkan apa saja permasalahan yang diharapkan menjadi perhatian kerja Kabinet Indonesia Maju. Apa sajakah permasalahan yang dihadapi oleh perempuan di Indonesia yang perlu menjadi perhatian?   Kekerasan terhadap Perempuan, termasuk Kawin Anak & Perdagangan Orang   Menurut Komnas Perempuan, jumlah kasus Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) tahun 2018 adalah 406.178 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 348.466 orang. Hal yang patut dicatat bahwa angka KtP di Indonesia cenderung meningkat setiap tahun. Hanya tahun 2016 mengalami penurunan tetapi meningkat kembali hingga tahun 2018.  

Berangkat dari hasil penelitian WRI pada 2012 lalu yang berjudul "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan Kesejahteraan Perempuan: Studi Kasus di 5 Wilayah”. Ditemukan bahwa pengaruh dari budaya, sosial dan politik dalam masyarakat Indonesia telah menghalangi pemimpin perempuan dalam menggunakan kekuasaan mereka untuk mengatasi permasalahan isu-isu perempuan.

Kepemimpinan Perempuan sebagai Upaya Menghadapi Tantangan Sosial, Budaya dan Politik di Indonesia

 

Sebagai tindak lanjut penelitian Women Research Institute (WRI) pada 2012 berjudul "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan Kesejahteraan Perempuan: Studi Kasus di 5 Wilayah”, WRI mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi para pemimpin organisasi perempuan dan para kadernya untuk keberlanjutan organisasi perempuan dalam memperkuat posisi perempuan di masyarakat.

Sebagai lembaga penelitian yang memperjuangkan terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil gender, Women Research Institute (WRI) mengadakan pendalaman pemahaman metodologi feminis dan analisa gender di Jakarta pada 13-15 Maret 2013. Metodologi feminis menjadi begitu penting karena dapat membantu dan memberikan kerangka kerja bagi kita yang sedang bekerja dan menaruh perhatian pada persoalan perempuan. Metode ini mengingatkan kita perlu menghargai keanekaragaman pandangan dan pendapat dan tidak ada kebenaran mutlak terhadap segala sesuatu. Cara pandang ini mengkritisi metode yang selama ini digunakan, terutama penelitian sosial ataupun penulisan ilmiah yang percaya bahwa kuantitas dapat merujuk kepada adanya kebenaran sosial.

Women Research Institute (WRI) telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan training metodologi feminis mulai dari Training Metodologi Feminis Tingkat Dasar Angkatan Pertama pada tanggal 24-27 Mei 2011, dan Training Metodologi Feminis Tingkat Dasar Angkatan Kedua pada tanggal 13-16 Juni 2011.

 

Melalui kegiatan training metodologi feminis ini, WRI berupaya mendorong dan menguatkan kapasitas para peneliti sedemikian rupa sehingga kemampuan meneliti dengan pengetahuan dan keterampilan yang terus berkembang. Dengan demikian komunitas peneliti semakin menguat dan mampu mengembangkan pengetahuan di berbagai daerah.

Publikasi Terbaru

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini