Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Narasi Permasalahan Perempuan: Catatan bagi Kabinet Indonesia Maju

    Tulisan ini merupakan catatan kecil, yang mengajak kita semua untuk memikirkan apa saja permasalahan yang diharapkan menjadi perhatian kerja Kabinet Indonesia Maju. Apa sajakah permasalahan yang dihadapi oleh perempuan di Indonesia yang perlu menjadi perhatian?   Kekerasan terhadap Perempuan, termasuk Kawin Anak & Perdagangan Orang   Menurut Komnas Perempuan, jumlah kasus Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) tahun 2018 adalah 406.178 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 348.466 orang. Hal yang patut dicatat bahwa angka KtP di Indonesia cenderung meningkat setiap tahun. Hanya tahun 2016 mengalami penurunan tetapi meningkat kembali hingga tahun 2018.  

Pada tanggal 24 hingga 27 Februari 2014, tiga peneliti Women Research Institute (WRI) berkesempatan untuk mendapatkan pengembangan kapasitas mengenai strategi komunikasi di Yogyakarta. Workshop ini diselenggarakan oleh jaringan Policy Research Network (PRN) dengan mengambil tema Communication Strategy and Advocacy.

 

Tujuan dari diadakannya workshop ini selain untuk meningkatkan keahlian/kemampuan peserta, yang merupakan anggota PRN, dalam strategi komunikasi dan advokasi, juga untuk berbagi pengalaman antar anggota PRN dalam melakukan komunikasi dan advokasi. Lima narasumber yang dihadirkan dalam workshop ini berasal dari FISIPOL UGM, yaitu Dr. Kuskridho Ambardi, Rahayu M.Si, Ambar Widaningrum, Nanang Pamuji dan Dr.phil Hermin Indah Wahyuni.Farma Mangunsong, sekretariat PRN memperkenalkan narasumber Workshop


Dalam kegiatan ini, peneliti WRI mendapatkan tambahan pengetahuan bagaimana memetakan strategi advokasi dan menggunakan berbagai macam media dalam menyampaikan hasil penelitian kebijakan. Policy Brief dan Lembar Fakta yang pernah dihasilkan oleh WRI juga merupakan media yang efektif untuk mengadvokasi anggota parlemen.


PRN merupakan jaringan yang terdiri dari lembaga-lembaga yang memiliki fokus pada penelitian berbasis bukti (evidence based policy) untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah. PRN didirikan pada tanggal 29 Januari 2013 dalam pertemuan yang dihadiri oleh institusi-institusi yang pernah menerima hibah dari ProRep (Program Representasi)-USAID. Tujuan didirikannya jaringan ini adalah agar di masa depan PRN dapat menjadi think thank yang dapat memfasilitasi anggotanya melalui kolaborasi antar lembaga di dalam jaringan. Saat ini, PRN beranggotakan lima institusi berbasis penelitian, CSIS (Centre for Strategic and International Studies), IRE (Institute for Research and Empowerment), LPEM (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat), PPPI (Paramadina Public Policy Institute), dan WRI (Women Research Institute). Untuk sekarang, LPEM FEUI menjadi sekretariat PRN.

 

Hermin Indah Wahyuni, FISIPOL UGM menjelaskan mengenai content analysis media   M, Iksan-peneliti PPPI, sedang menyampaikan pendapat

 

Unduh materi workshop:

Strategi Media

Riset dan Perubahan Kebijakan

Framework untuk Strategi Komunikasi dan Advokasi

Publikasi Terbaru

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini