Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Partisipasi Aktif Women Research Institute pada Global Forest Watch Summit 2019 di Washington, DC

    Global Forest Watch Summit 2019 merupakan acara pertemuan lembaga-lembaga praktisioner dan inovator di bidang monitoring hutan yang telah diselenggarakan pada 18-19 Juni 2019 di Marvin Center, George Washington University. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguatkan komunitas yang berdedikasi untuk mengimplementasikan pendekatan monitoring yang berbasis teknologi dalam melihat perkembangan pengelolaan hutan, konservasi dan restorasi.   Women Research Institute yang merupakan mitra dari World Resources Institute diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatatan GFW Summit dan mendapatkan berbagai pengalaman berupa berjejaring, dan membagikan serta bertukar pengalaman dan pengetahuan terkait alat monitoring hutan kepada lembaga mitra World Resources Institute lain.

Sebagai upaya mendukung penelitian kebijakan publik, memperkuat advokasi berbasis keanggotaan Organisasi Masyarakat Sipil atau CSO, dan bekerja untuk memastikan bahwa proses legislatif menjadi lebih efektif, transparan dan mewakili kepentingan warga negara. Program Representasi (ProRep) memfasilitasi lembaga penerima dana ProRep untuk membentuk jaringan lembaga penelitian kebijakan publik (Policy Research Network/PRN). PRN beranggotakan lima Lembaga Penelitian yaitu LPEM (The Institute for Economic and Social Research – Faculty of Economics, University of Indonesia), PPPI (Paramadina Public Policy Institute – Paramadina University), WRI (Women Research Institute), IRE (Institute for Research and Empowerment), and CSIS (Centre for Strategic and International Studies).  

Laporan Kegiatan Asia Pacific Academic Consortium for Public Health (APACPH)

Kolombo, Sri Lanka, 15-17 Oktober 2012

 

Kesehatan wajib dimiliki setiap individu agar dapat menjalani hidup dengan baik. Dengan memiliki tubuh yang sehat, manusia dapat menjalani hidup secara produktif dan efisien. Sebaliknya, tanpa kesehatan, manusia tidak akan dapat hidup secara layak, apalagi memenuhi kebutuhannya dan keluarganya. Konsensus yang berlaku di dunia internasional adalah mengukur kesehatan suatu negara dengan menggunakan Target Pembangunan Milenium (MDGs) sebagai indikator dari kesejahteraan dan kesehatan suatu bangsa. Ada banyak aspek dari target MDGs, mulai dari pendidikan, kesehatan, kesetaraan, hingga lingkungan dan kerja sama antara bangsa-bangsa. Targetnya adalah untuk mempercepat pencapaian masyarakat yang sehat dan produktif untuk dapat meningkatkan kemakmuran. Sayangnya, hingga 10 tahun setelah MDGs pertama kali diimplementasikan, masih banyak negara yang tidak mampu mencapai target-targetnya, terutama negara-negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Kegiatan studi banding WRI ke Korea mencoba mengumpulkan informasi dan telaah kerja organisasi, dan secara khusus bagaimana pengelolaan pengetahuan, dengan jaringan kerja internasional (regional) TAF yang cukup relevan dan bisa saling berbagi pembelajaran/lessons learnt, sehingga kegiatan pertukaran pengetahuan antara dua negara yang berbeda latar belakang politik, birokrasi, sosial budaya dan sejarah patriarkinya dapat menjadi pengelolaan sumber-sumber pengetahuan secara optimal.

Rhonda Sharp, seorang Professor dalam bidang ekonomi dari Australia merupakan pioner dalam mengangkat pentingnya isu gender budget bersama Debbie Budlender. Tulisannya 'How to do a Gender-Sensitive Budget Analysis: Contemporary Research and Practice' ditulis bersama Debbie Budlender dan Kerri Allen, diterbitkan oleh Australian Agency for International Development; Commonwealth Secretariat, Canberra, 1998.

Publikasi Terbaru

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini