Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Editorial

  • Keterwakilan Perempuan di Parlemen

    Hingga saat ini hanya ada sekitar 18 persen anggota parlemen perempuan di seluruh dunia. Padahal salah satu target penting Millenium Development Goals (MDGs) 2015 adalah keterwakilan kaum perempuan di parlemen. Target keterwakilan perempuan di parlemen menjadi amat penting ketika perempuan menjadi subjek yang memiliki otoritas dalam pembuatan kebijakan, selain untuk memenuhi target MDGs juga target pembangunan lainnya.

Tingginya Angka Kematian Ibu dan pernikahan dini mendorong Women Research Institute (WRI) melakukan program advokasi mengenai hak pendidikan seks dan hak kesehatan reproduksi bagi remaja. Sejak Juni 2013, WRI menjalankan sebuah program yang terkait dengan kesehatan reproduksi (kespro) remaja di wilayah Jakarta, Bandung, dan Gunungkidul.


Program di Jakarta telah dijalankan sejak Maret 2014 dengan melakukan sosialisasi dan pembentukan tiga kelompok binaan remaja di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Di wilayah Klender, Jakarta Timur telah terbentuk kelompok binaan yaitu Organisasi Karang Taruna RT 6 bernama OKNAME. Dan di wilayah Jakarta Selatan terdapat dua kelompok binaan yaitu Gerak Cepat Selalu Ingin Tahu atau disingkat GESIT, yang berada di SMP 198 Duren Sawit dan kelompok binaan bernama Pusat Informasi dan Konseling Lenteng Agung atau PIK-LA yang berada di SMA 38 Lenteng Agung.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi ketiga program Kesehatan Reproduksi Remaja di Gunungkidul dilakukan pada Rabu, 7 Mei 2014 oleh Rahayuningtyas (Koordinator Program Kesehatan Reproduksi Remaja WRI) dan Benita Nastami (Peneliti WRI). Kegiatan Monev diawali dengan diskusi bersama Program Officer Gunungkidul Tri Asmiyanto untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kegiatan Kespro Remaja di Gunungkidul sejak kegiatan Monev terakhir 25 – 27 Maret 2014.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi program Kesehatan Reproduksi di Bandung pada Selasa-Rabu, 29-30 April 2014 dihadiri oleh Rahayuningtyas (Koordinator Program Kesehatan Reproduksi Remaja WRI) dan Benita Nastami (Peneliti WRI). Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk mengetahui perkembangan pelaksanakan program yang dilakukan WRI di Bandung serta mengetahui pencapaian serta kendala yang mungkin dihadapi. 

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi kedua di wilayah Gunungkidul dilakukan pada Selasa-Kamis, 25-27 Maret 2014 oleh Rahayuningtyas (Koordinator Program Advokasi Kebijakan dan Anggaran Kesehatan Reproduksi Remaja: Jakarta, Gunungkidul dan Bandung) dan Astari Wardiah (PO WRI untuk Program Jakarta).

 

Kegiatan ini guna mengetahui pencapaian serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program WRI di Gunungkidul. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi kedua ini juga dihadiri oleh PO Jakarta untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan program dampingan yang dilakukan di Gunungkidul yang sudah berjalan sejak 2010 yang dikoordinir oleh Tri Asmiyanto sebagai PO WRI di daerah tersebut.

Publikasi Terbaru

  • Laporan Penelitian:Kajian Mendalam Perbedaan Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan

    Yayasan Women Research Institute (WRI) dengan dukungan USAID CEGAH menyelenggarakan penelitian yang bertajuk Kajian Mendalam Dampak Korupsi Sektor Kesehatan pada Laki-laki dan Perempuan di Provinsi Banten dan Provinsi Maluku Utara pada tahun 2018. Sektor kesehatan dipilih sebagai fokus dari sektor yang akan dikaji dalam penelitian ini karena pemerintah memiliki lebih banyak program kesehatan untuk perempuan dibandingkan laki-laki, misalnya program kesehatan reproduksi, program kesehatan untuk...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini