Women Research Institute

Promoting women leadership and inclusive,
gender-based, and sustainable natural resource governance

Women Research Institute (WRI) ingin mendorong dan menguatkan kapasitas para peneliti lokal agar komunitas penelitian semakin luas terutama tersebar di berbagai daerah. Berkaitan dengan hal tersebut WRI menyelenggarakan sebuah rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas dalam pengembangan sektor pengetahuan berupa ‘Training Analisis Gender’.

 

Program peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk menguatkan penguasaan kemampuan analisis gender untuk temuan penelitian maupun kajian isu perempuan dan/atau gender lainnya agar hasil penelitian berkualitas dan dapat memberikan masukan kepada para pengambil kebijakan. Secara khusus diharapkan setiap peserta saling bertukar pengalaman atau informasi untuk menajamkan kemampuan penerapan analisis gender yang berkaitan dengan kepentingan perempuan.

Sebagai lembaga penelitian yang memperjuangkan terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil gender, Women Research Institute (WRI) ingin mendorong dan menguatkan kapasitas para peneliti untuk memiliki kemampuan meneliti dengan pengetahuan dan keterampilan yang terus berkembang. Dengan demikian komunitas penelitian semakin menguat dan mampu mengembangkan sektor pengetahuan di berbagai daerah.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, WRI melakukan rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas dalam pengembangan sektor pengetahuan berupa ‘Training Metodologi Feminis untuk Pengembangan Pengetahuan’ pada 27 sampai 29 Oktober 2010 di Jakarta. Kegitan ini sebagai lanjutan dari program peningkatan kapasitas sebelumnya yaitu ‘Training Analisis Gender’. Metodologi Feminis menjadi begitu penting karena dapat membantu dan memberikan kerangka kerja bagi kita yang sedang bekerja dan menaruh perhatian pada persoalan perempuan. Metode ini mengingatkan kita perlu menghargai keanekaragaman pandangan dan pendapat dan tidak ada kebenaran mutlak terhadap segala sesuatu. Cara pandang ini mengkritisi metode yang selama ini dianut dan digunakan, terutama penelitian sosial ataupun penulisan ilmiah, yang percaya bahwa kuantitas dapat merujuk kepada adanya kebenaran sosial. Metode ini juga mengajak kita untuk melihat, mendengar dan selalu bertanya serta melakukan interaksi baik dengan orang lain maupun diri sendiri untuk menghadirkan sebuah tatanan kehidupan yang lebih baik bagi perempuan dan masyarakat.

Pada saat ini ada 101 perempuan terpilih Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, jumlah tersebut sama dengan 18 persen dari seluruh anggota legislatif terpilih. Perempuan anggota legislatif terpilih ini beberapa diantara mereka berada di komisi yang merupakan salah satu alat kelengkapan DPR. Secara umum dapat dikatakan perempuan legislatif telah tersebar secara hampir merata di seluruh bidang komisi yang ada walau dengan jumlah yang relatif bervariasi. Adalah kenyataan bahwa perempuan anggota parlemen harus mampu bekerja ekstra keras di tengah dominasi laki-laki serta perspektif patriarkhi yang begitu kuat. Para perempuan anggota legislatif ini bergabung dalam Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI). KPP-RI berfungsi sebagai wadah penguatan kapasitas, kajian maupun keterampilan menjalankan peran-peran politik yang diamanatkan kepada mereka. KPP-RI banyak melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam upaya mensinergikan kekuatan agar pada waktunya kapasitas para perempuan anggota parlemen sungguh-sungguh dapat dioptimalisasikan.

Kegiatan peningkatan kapasitas bagi para staf WRI dirancang untuk mendorong kepercayaan diri dan meningkatkan kompetensi dalam merumuskan, menerapkan dan memantau strategi yang layak dan dapat diterapkan; dan mengevaluasi pengaruhnya dalam sebuah periode tertentu. Sebagai sebuah lembaga penelitian, staf WRI seharusnya memiliki pengalaman yang memadai untuk menjalankan sebuah penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Dan juga membutuhkan keahlian atau kompetensi dalam membuat analisis yang bagus agar dapat memberikan kontribusi bagi perbaikan kondisi dan posisi kaum perempuan di Indonesia.

Berdasarkan pengalaman Women Research Institute (WRI) diketahui bahwa terdapat kebutuhan di kalangan peneliti muda untuk mendalami metode penelitian feminis secara utuh dan jitu agar dapat memahami persoalan dan menemukan aspek-aspek pemberdayaan menuju pencapaian kesejahteraan sosial yang adil gender.

 

Metodologi Feminis menjadi begitu penting karena dapat membantu dan memberikan kerangka kerja bagi kita yang sedang bekerja dan menaruh perhatian pada persoalan perempuan. Metode ini mengingatkan kita perlu menghargai keanekaragaman pandangan dan pendapat dan tidak ada kebenaran mutlak terhadap segala sesuatu. Cara pandang ini mengkritisi metode yang selama ini dianut dan digunakan, terutama penelitian-penelitian sosial ataupun penulisan-penulisan ilmiah, yang percaya bahwa kuantitas dapat merujuk kepada adanya kebenaran sosial. Lebih lanjutnya, metode ini mengajak kita untuk melihat, mendengar dan selalu bertanya serta melakukan interaksi baik dengan orang lain maupun diri sendiri untuk kemudian menghadirkan sebuah tatanan kehidupan yang lebih baik bagi perempuan dan masyarakat.

Berdasarkan pengalaman Women Research Institute (WRI) diketahui bahwa terdapat kebutuhan di kalangan peneliti muda untuk mendalami metode penelitian feminis secara utuh dan jitu agar dapat memahami persoalan dan menemukan aspek-aspek pemberdayaan menuju pencapaian kesejahteraan sosial yang adil gender.

 

Metodologi Feminis menjadi begitu penting karena dapat membantu dan memberikan kerangka kerja bagi kita yang sedang bekerja dan menaruh perhatian pada persoalan perempuan. Metode ini mengingatkan kita perlu menghargai keanekaragaman pandangan dan pendapat dan tidak ada kebenaran mutlak terhadap segala sesuatu. Cara pandang ini mengkritisi metode yang selama ini dianut dan digunakan, terutama penelitian-penelitian sosial ataupun penulisan-penulisan ilmiah, yang percaya bahwa kuantitas dapat merujuk kepada adanya kebenaran sosial.

Publikasi Terbaru

  • Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

    Panduan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan ditulis berdasarkan serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang dilakukan oleh Women Research Institute (WRI) di lima wilayah terpilih, yaitu Padang, Deli Serdang, Mataram, Pekanbaru, dan Jakarta. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh WRI pada 2012 dengan tajuk "Feminist Leaderships Paska Negara Otoritarian Indonesia dalam Mempengaruhi Gerakan Sosial dan Korelasinya dengan Peningkatan...

Lembar Informasi

Press Release

Informasi Terkini